Titel Kredit FGIM

Tulisan ini dipersembahkan untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bersalah atas penyelenggaraan even ultra gokil ini. Sebuah title kredit untuk box office yang meledak.

 

Geng baju hijau FGIM
Geng baju hijau FGIM

 

Pertama tama,
terima kasih untuk partner in crime dan rekan sejawat Front Betawi Rempug cabang Elang Bondol, Atiek Puspa Fadillah. 
Semenjak pertama kali gue kenal lo 3000 kilometer di barat khatulistiwa , kita selalu terjebak di petualangan ajaib layaknya sebuah episode Dora sang penjelajah. Mulai dari joget pake jersey Indonesia di depan Ghandi Memorial, kejar kejaran dengan Shakti sang supir bajaj freak sampai menemukan lautan kondom ditengah gurun pasir Madras. Di Jakarta, joke joke super garing lo turut melahirkan kelas inspirasi mulai dari 0 sampai 13 kota dan juga lo menghandle sarpras dengan disiplin ala Lae Lae Batak membuat FGIM berjalan lancar dan sukses.

 

Indonesia Mengajar Professional Volunteer : Pilot Project

Aku tidak ada masalah dengan berbicara di depan publik. Berbekal pengalaman asisten lab, pemandu LKMM, pengkaderan pada saat kuliah dan tentunya meeting demi meeting di kehidupan professionalku, ini bukan sesuatul yang akan membuatku panik berkeringat dingin.

Tapi kali ini berbeda, sangat berbeda. Tanpa persiapan sama sekali, aku bahkan diberitahu untuk berpresentasi hanya beberapa menit sebelum acara. Sebenarnya ini tidak akan terlalu masalah jika saja audiensku hari ini bukanlah anak anak SD.

Mencoba tetap tenang walaupun panik setengah mati

 

Iya benar, audiens ku adalah anak anak SD Negeri Duripulo 3 Jakarta  kelas 3 sampai kelas 6 dimana satu kelas ada 40 an individu yang aku sama sekali tidak ada ide bagaimana menghadapinya. Parahnya lagi aku harus menjelaskan pekerjaanku sebagai network engineer. Kukira menjelaskanya pada orang tuaku sendiri sudah cukup sulit.

Continue reading “Indonesia Mengajar Professional Volunteer : Pilot Project”