Adaptasi Proses Belajar Di Inggris

Banyak perbedaan antara dua semester perkuliahan Manchester dan pengalaman saya sebelumnya di dunia professional. Mulai dari proses belajar, ekspektasi dan deliverables, dibutuhkan beberapa penyesuaian sebelum akhirnya saya mendapat ritme kerja yang nyaman. Ditambah lagi sistem pendidikan yang jauh berbeda antara di Indonesia dan Inggris dan juga jurusan yang tidak linear dengan S1 sehingga pengalaman saya ketika sarjana tidak serta merta aplikatif di studi pasca-sarjana sekarang.

IMG_20160919_121805_HDR
Sebagian materi kuliah yang saya jalani di Manchester

Didalam tulisan ini, saya menuliskan beberapa tips yang sangat membantu proses belajar S2 disini. Meminjam konsep retrospective Scrum, tips saya tuliskan setelah merefleksikan kesalahan dan berpikir apa yang seharusnya saya bisa lakukan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.  Beberapa tips juga baru saya sadari setelah akhir semester 2 sehingga jika dilakukan lebih awal, hasil yang saya dapatkan bisa lebih maksimal. Harapan saya, semoga tulisan ini bisa membantu teman teman yang ingin berkuliah diluar agar cepat beradaptasi dengan proses belajar yang baru.

Model pembelajaran di jurusan saya Innovation Management and Entrepreneurship, sudah saya jelaskan sedikit di tulisan sebelumnya. Sila baca ini terlebih dahulu agar lebih mengerti konteks yang saya tulis disini.  Continue reading

Advertisements

Five things to do in college to make you job-ready

In his recent article called Sarjana Kertas  (Paper Graduates), Prof Rhenald Khasali raised concerns about fresh graduates who only relies on their degree papers without having the right skill and mentality to survive in a working environment. Current trend of hiring through management trainee programs indicates wide gap between academics and professional world. When students graduated from university, employer doesn’t see them as job-ready but more train-ready. Company has to educate freshgrads with work ethics, culture, softskill, etc just to make them fit for entry level job.

ON NOW

Looking back at  my university times, i agree about the gap but theres a lot of ways to shorten it and all of it are within the college environment itself. Unaware students, who thinks college works the same as school, generally will only focusing on having good grades without doing anything else and become the definition of Sarjana Kertas. On the other hand, competent students taking extra miles beyond their studies and ramp up better value once they enter the job market.

Based on my personal experience, these are several things you can do while in college to shape you into job-ready graduates.

Continue reading

On Job Seeking

Seems like its job seeking season this time of the year. I posted this in my almamater facebook group to share some of my personal experience about job seeking experience. Enjoy!

Get your resume ready, its job seeking time

 

Ada hal yang kadang terlewat ketika berbicara tentang mencari pekerjaan.

Setelah temen temen lulus dan sementara belum dapat pekerjaan, job seeking is your full time job.

which means, use your energy and time to work on it, from 8am to 5 am, every single day. Bukan di waktu luang saat sela sela ngegame, bukan dengan setengah hati setelah bangun kesiangan, bukan juga di sela sela waktu browsing…

browsingnya juga masih di lab kampus pula..

Ada banyak hal yang bisa dilakukan :

  1. Create a CV/Resume, tulis, baca, kasih ke orang tua , minta kritik, tulis lagi, kasih ke dosen, minta kritik, tulis lagi. Lakukan terus sebari cari cari lowongan.
  2. Tulis 3 tempat bekerja yang paling kamu inginkan, ini adalah prioritas pertama kamu. Buat 3 lagi prioritas kedua, dan tiga lagi prioritas selanjutnya. Hal awal yang dilakukan musafir ketika akan berjalan, adalah menentukan tujuan. Tidak akan membuat perjalanan menjadi lebih mudah, but knowing where youre destination gives you purpose. Purpose will drive passion, passion will fuel your effort.
  3. Show your potential employer why they should hire you. Tulis kembali CV/Resume/Cover letter untuk setiap perusahaan yang kamu apply. Apapun yang kamu kirim, buat itu spesifik. Make it shows that you really work to get this job.Not just doing it over the weekend.

Terlihat terlalu repot ? well, mungkin kamu belum siap dengan dunia kerja if you think that way.