Pivot di Saat Pandemi

Ini adalah masa paling menantang yang saya hadapi sepanjang hidup. Tidak pernah terpikir bahwa selama hampir satu bulan setengah berjalan, kita semua tidak bisa keluar rumah. Virus corona membuat hampir semua kegiatan ekonomi yang bergantung dari interaksi orang ke orang menjadi terhenti. Beberapa industri sudah mulai kolaps : pariwisata, musik, event, transportasi. Selain itu, ekonomi secara general melambat drastis hanya dalam waktu 2 bulan sehingga gelombang layoff mulai terjadi. Yang masih beruntung untuk digaji, menatap hari besok dengan tidak pasti sebari menghitung tabungan.

woman in black framed eyeglasses using laptop computer
Photo by engin akyurt on Unsplash

Seperti sabda Darwin, yang bertahan adalah yang paling beradaptasi. Survivabilitas di tahun 2020, sepertinya bergantung seberapa cepat kita pivot dengan kondisi corona ini baik secara professional di kantor maupun secara personal.

Selama sebulan ini, saya banyak mengkonsumsi video, artikel dan podcast terkait efek corona terhadap bisnis dan bagaimana mencari sumber pendapatan baru. Berikut beberapa diantaranya. Kalau ada referensi materi bagus dari teman teman, boleh loh di tulis di komen atau mention saya di twitter dan instagram @kikiahmadi. Akan saya update ketika mendapat referensi baru.

Lets survive together.

Continue reading “Pivot di Saat Pandemi”

Musik dan Podcast Menarik 2019

Sudah bulan Desember. Suasana di kantor juga sudah bau liburan. Memanfaatkan kelowongan, aku akan merekap musik dan podcast menarik yang kutemukan tahun ini.

Musik Lokal

Berikut rilisan lokal tahun 2019 dari berbagai genre yang berputar terus di playlistku. Dengan kualitas seperti ini, aku berharap semakin banyak yang tahu bagaimana bagusnya musik Indonesia dari tahun ke tahun. Lets go!

List lengkap musik lokal Indonesia yang aku rekomendasikan bisa didengarkan di playlist berikut.

Move – Tuan Tigabelas

Versi live terbaik dari lagu ini

Assalamualaikum nyonya-nyoya tuan-tuan / Heres come the doom, lari cari bala bantuan.

Dalam dua baris, Upi a.k.a Tuan 13 membantai semua battle rapper sepanjang tahun 2019. Lagu ini adalah suntikan adrenalin instan yang kubutuhkan ketika akan masuk ruang meeting dan mendeliver presentasi penting.

Mooner – Menenggala

Live dari Candi Prambanan

Side-project Rekti The SIGIT yang masih senafas rock and roll tapi dengan sentuhan etnik psychedelic. Menenggala adalah single dari rilisan kedua mereka OM atau Orkes Melayu. Benar, track dari rilisan ini mengandung unsur dangdut. Dangdut + Psychedelic Rock + Acid = berjoget kosmis.

Ardhito Pramono – Fake Optics

Bar kosong, asap rokok tipis-tipis dan segelas whisky. Fake Optics dari Ardhito adalah sebuah ode patah hati generasi Senoparty.

Jangar – Negeri Nego

Gila sih, mendengar lagu ini reaksi pertamaku adalah kenapa Lamb Of God tiba tiba bervokal mas-mas dengan suara sengau. Setelah kuriset lebih lanjut, ternyata yang nyanyi bukan mas mas tapi bli-bli. Jangar, fourtet unit rock progressive dari Bali, liar beraroma bensin dan alkohol. Gas!

The Panturas – Putra Petir

Unofficial Soundtrack Film Gundala

Empat pemuda Jatinangor yang ketika bersatu berubah menjadi titisan spiritual Dick Dale dan membawa ombak revivalist rock selancar California selatan tahun 50an. Terkenal dengan live show yang rusuh, Panturas adalah band lokal teratas dalam wishlist harus ditonton 2020.

Isyana Saraswati – Sikap Duniawi

Isyana yang dulu sudah mati. Welcome to the real Isyana

Isyana dan Raisa, bertarung sengit di tempat satu dan dua top of mind solis wanita di Indonesia. Tahun 2019, Isyana membuka tabir pop dan merilis jati diri dia sebenarnya: album Lexicon. Sikap Duniawi adalah single pertamanya, dengarkan dan lihat bagaimana Isyana Saraswati menempatkan dirinya di level yang berbeda dari semua musisi Indonesia lainnya.

Mari kita tunggu karir Isyana berikutnya di panggung Broadway atau East End, melagukan musikal musikal Disney serta berduet repertoir klasik dengan Sarah Brightman. Aku sendiri menunggu Isyana untuk muncul di panggung Hammersonic, menjadi feature di setnya Deadsquad mungkin. Ala-ala Within Temptation gitu lah mungkin.

Podcast Lokal

Secara garis besar, aku jauh lebih banyak mendengarkan podcast dibandingkan musik di 2019. Beberapa orang sepertinya mengalami hal yang sama. William Tanu Tokopedia, di panggung konferensi TechinAsia, bercerita sudah jarang sekali membaca buku karena beralih ke podcast. Stand up komedian Gilang Bhaskara juga bicara di BiarLega tentang kebiasannya di busway yang bergeser dari mendengar musik menjadi podcast.

Selain itu, skena podcast lokal meledak di tahun 2019 sehingga podcaster lokal menggeser rotasi podcast barat seperti Freakonomics atau How I Built This yang tahun lalu banyak ku dengarkan.

Berikut 3 podcast lokal yang aku rekomendasikan beserta spesifik episode yang menurutku paling bagus.

Podcast Boker – Episode Rhoma Irama

Podcast Boker a.k.a BKR Brothers a.k.a Ryo, Molen dan Bobby. Hands down, podcast paling maksimal dari sisi kengehean. Membahas hal hal terkait pergaulan Jakarta Selatan dengan eksplisit, jujur dan (for the lack of better word) ngehe!. Podcast yang selama tahun 2019, rutin menemani dan membuatku ngakak sepanjang perjalanan kerja dari Cibinong ke Ampera.

Di medio tahun 2000an awal, ketika masih SMA di Surabaya, jadwal rutinku setelah magrib adalah mendengarkan radio. Di EBS FM klo tidak salah, jam 7 sampai jam 9 ada acara yang dipegang oleh DJ bernama Yohanes dan Micky. Sepanjang acara, mereka berdua bercanda jorok, membahas hal-hal seru tentang Surabaya dan ngobrol ngalor-ngidul. Podcast Boker mengingatkan aku tentang acara ini dan bagaimana penyiar radio yang bagus, bisa membuat aku merasa ikut nongkrong dan tertawa bareng mereka.

Episode yang pas untuk memulai mendengar podcast ini adalah ketika BKR Brothers menginterview Kiki Aulia Ucup, manager Barasuara, tentang pengalamannya mengundang Rhoma Irama untuk Synchronize Fest dan segala keabsurdan dibelakangnya.

Podcast Stand Up Indo – Episode Pandji Pragiwaksono

Stand-up komedi adalah satu kesenian yang tidak aku sangka bisa bertumbuh besar di Indonesia. Aku menemukan Seinfeld, Pryor dan Carlin ketika kuliah dan selama di Surabaya, tidak pernah aku bertemu se-orang pun yang mengenal, let alone suka, dengan gaya berkomedi tunggal seperti ini.

Di tahun 2011, stand-up komedi Indonesia bertumbuh pesat dan salah satu kontributor penting adalah komunitas StandupIndo. Podcast StandupIndo membahas segala macam hal di belakang panggung stand-up komedi. Mulai profil para komika sebelum jadi komika, profil komunitas dan juga pembahasan sisi bisnis dari stand-up komedi itu sendiri.

Satu yang aku suka dari podcast ini adalah cerita cerita bagaimana kesenian ini mengubah hidup banyak komika. Seriusan, aku seringkali terinspirasi mendengar podcast ini daripada Merry Riana. Yang menginspirasi juga adalah, the length some comics take to get their materials. Di satu episode, Rahmet Ababil ikut tawuran hanya untuk cari premis dan menguatkan personanya sebagai komika SMK.

Episode favoritku adalah Pandji Pragiwaksono. Di tahun 2011, Pandji membuat special show stand-up pertama di Indonesia dan aku beruntung ada di dalam Usmar Ismail hall pada event itu. Belum ada komika yang seprolifik Pandji: spesial paling banyak, punya acara standup-rutin setiap minggu dan yang pertama tur di luar negeri. Di episode ini, kita bisa mendengar beberapa strategy yang dilakukan Pandji untuk menjadi top of mind komika.

Seperti mendengarkan HBR Ideacast, banyak hal tentang marketing, branding dan strategy yang aku dapat di episode ini.

Amwave – Episode JRX, Twice Bar dan SID

Amwave membahas berbagai macam aspek skena musik lokal. Serupa dengan podcast indo tetapi untuk konteks yang berbeda. Dengan durasi minimum satu jam, Amwave secara in-depth membahas pelaku, event, brand clothing dan tentu saja, band dan musik yang berpengaruh terhadap musik sidestream di Indonesia.

Episode favorit adalah ketika Bobby (dari podcast Boker) menginterview pundit punk Bali paling kontroversial JRX a.k.a Ari Astina dari Superman Is Dead. Dimulai dari membahas pernikahan JRX, sejarah terbentuknya SID dan bagaimana ups and downs order manggung SID di tahun 2019.

Bias, karena aku bertumbuh besar SMP dan SMA dengan lagu SID. Tapi untuk setiap penikmat musik, Amwave merupakan angin segar untuk yang ingin mengkonsumsi konten seputar musika nusantara semenjak majalah Hai dan Rollingstone kolaps.

Adapting Into My New Job in Amartha

Since coming back home to Indonesia, ive been working in a fintech startup called Amartha. Amartha is a peer-to-peer lending platform targeting unbankable populations in rural Indonesia. Inspired by Grameen Bank, loan was disbursed through group-lending mechanism and all of Amartha’s mitra (lender) is exclusively women.

My time here has been great so far, the company value resonate with me , i have a good team and im learning so much day by day. However the business model, the industry and startup environment is completely new to me hence i need jam lot of knowledge just to stay afloat.

IMG_20171212_115858 (1)
Amartha’s field officer (Anis) and operation analyst (Icha) was testing Amartha Go android apps for one of lender a.k.a mitra

Another thing that forced me to learn many things at once is my double role in Amartha. I am currently responsible for Amartha Go, initiatives to optimize our loan-collection process using combination of agency model and android apps. At first, I was responsible for business direction of this initiatives. However, the product manager resigned, hence i took those responsibilities. Hence not only i am managing a strategy team, i also need to manage team of developers as well.

In this post, i will share several resources which have been helpful so far in speeding up my adaptation process. Hopefully it will be useful for you as well. Continue reading “Adapting Into My New Job in Amartha”

Electronic Dance Podcast

Monday morning, the quintessential time for having the laziness taking over you.

Electronic dance podcast
Electronic dance podcast

 So i guess ill just do short post and share one of things i enjoy. I listened to dance music podcast a lot. Im having is as background sound while i do other thing such as writing, reading stuff on the internet or playing games. Below are top 3 that i would recommend with everyone who has the same affinity for four to the floor beats.

Continue reading “Electronic Dance Podcast”

15 Minutes To Madness – Episode 5

15 Minutes To Madness adalah mini podcast berisi musik elektronik yang berisik. Membantu menghentakkan badan mu untuk bangun pagi, sikat gigi dan membuat kerusuhan. Terbit setiap senin pagi… well, diusahakan.

Episode kali ini adalah submission untuk kompetisi bulanan Mix Of The Month di r/beatmatch, subforum DJ di reddit. Semua track di episode ini adalah free download, link dapat dilihat dibawah. Di episode kali ini ada giveaway track dari Dimitri Vegas & Like Mike untuk memperingati 3 juta fans mereka di Facebook, track terbaru dari Vicetone, duo electro dari Toronto Dzeko & Torres dan masih banyak lagi. Check it out

Koprol ke soundcloud ku untuk mendengar lebih banyak lagi musik. Episode baru setiap senin. Subscribe!

Episode 5
Episode 5

Episode 5

 

Tracks :

1. 00.00 – Vicetone vs Popeska – New Kings ft. Luciana (Extended Mix)
2. 02.00 – Dimitri Vegas & Like Mike vs Born Loud – Check This Out ( 3 Million Facebook Fans )
3. 04.18 – Dzeko & Torres ft. Alessia Rio – Galaxy (Save My Soul Vocal Mix)
4. 06.18 – VLXX – Blood
5. 07.55 – Merzo – Lion
6. 10.40 – ZAXX – E.F.R
7. 13.17 – MAKJ – Mad Max

Download :

  1. https://www.facebook.com/VicetoneOfficial/app_220150904689418
  2. https://www.facebook.com/dimitrivegasandlikemike/app_451099414995105
  3. http://thissongissick.com/blog/2014/premiere-dzeko-torres-alessia-rio-galaxy/
  4. https://soundcloud.com/vlxx/vlxx-blood
  5. https://soundcloud.com/wearemerzo/bonus-track-merzo-lion
  6. https://soundcloud.com/zaxxofficial/zaxx-e-f-r-original-mix-press
  7. http://www.dancingastronaut.com/2014/01/makj-mad-max-original-mix-free-download/

 

Picture credit : Ana_Cotta via Compfight cc


15 Minutes To Madness – Episode 3 & 4

15 Minutes To Madness adalah mini podcast berisi musik elektronik yang berisik. Membantu menghentakkan badan mu untuk bangun pagi, sikat gigi dan membuat kerusuhan. Terbit setiap senin pagi… well, diusahakan.

Double rilis untuk kali ini. Episode 3 menampilkan indie producer  ZAXX, remix dari Project 46 dan rilis dari UK based producer Kim Fai. Di Episode 4, rilis dari Syn Cole , protege dari Tim Bergling alias Avicii dan juga roster terbaru label LE7ELS. Diikuti dengan house keras berbumbu hardstyle dari VLXX dan rilis terbaru dari duo produser asal negara pizza, Promised Land.

Episode 3

Episode 4

Sebenarnya lebih prefer untuk upload di soundcloud tetapi karena souncloud memblokir konten yang copyrighted jadi aku upload juga di mixcloud. Untuk mendengarkan lebih banyak musik elektronik keren, subscribe ke mixcloud  dan soundcloud ya guys!. 

15 Minutes To Madness – Episode 2

15 Minutes To Madness adalah mini podcast berisi musik elektronik yang berisik. Membantu menghentakkan badan mu untuk bangun pagi, sikat gigi dan membuat kerusuhan. Terbit setiap senin pagi… well, diusahakan. 

Episode kali ini menampilkan dua remix paling sinting dari rilisan terbaru Martin Garrix, track terbaru dari Tom Swoon dan juga throwback untuk track klasik dari Prodigy

 

Untuk mendengarkan lebih banyak musik elektronik keren, koprol ke mixcloud gue