Resensi #1 – Indiepreneur – Pandji Pragiwaksono

Masa WFH, Pandemi dan Ramadhan ini membuat aku mengkonsumsi lebih banyak buku, podcast dan artikel dari biasanya. Supaya lebih produktif dan tambahan konten, aku akan mulai mencatat dan membagikan disini ringkasan dari setiap materi menarik yang ku konsumsi.

Seri artikel ini bernama resensi dan yang pertama adalah sebuah buku dari Pandji Pragiwaksono berjudul Indiepreneur. Resensi akan ku post setiap minggu di akun instagram ku dibawah.

Selain di instagram, resensi juga tersedia dalam bentuk pdf di link berikut. Buku Indiepreneur dari Pandji Pragiwaksono bisa dibeli di Tokopedia – Karya Pandji.

Indonesia Titik Dua

28 Desember 2011, hampir setahun yang lalu, Pandji Pragiwaksono menggelar stand up special perdananya yang berjudul Bhinneka Tunggal Tawa di gedung Usmar Ismail. Ini menarik, karena belum pernah ada menggelar acara seperti ini sebelumnya. Pergerakan yang di gawangi komunitas stand up indo baru mulai merambah ranah hiburan mainstream, dimulai dengan stand up comedy KompasTv dan juga Stand Up Nite MetroTV. Di kala stand up comedy baru mulai dikenal masyarakat, Pandji menggebrak dengan menggelar 2 x 1.5 jam stand up special.

Indonesia Titik Dua

Aku termasuk salah satu yang beruntung mendapatkan tiket masuk BTT walaupun harus menunggu untuk sesi kedua. Bagaimana review untuk BTT ? 3 dari 5 bintang dariku. Bit bit secara individual cukup oke, ditambah dengan acting out yang sukses membuat seisi gedung ngakak. Tetapi perpindahan set dari satu bit ke yang lain terkesan dipaksakan, sehingga banyak “huh?” momen yang mengurangi momentum. Bukan hal buruk untuk stand up special pertama, sisi baik dari ini adalah ¬†banyak ruang untuk peningkatan yang nantinya diisi oleh stand up special dari komik komik lainnya. BTT adalah titik awal sekaligus pendorong bergulirnya beragam stand up special dari komik komik stand up indo di tahun 2012, mulai dari From Tiny To Funny-nya Adriandy sampai dengan Provocative Proactive stand up show.

Continue reading “Indonesia Titik Dua”