Refleksi Satu Semester

Tidak terasa, sudah hampir lima bulan semenjak saya sekeluarga meninggalkan Indonesia dan tinggal di Manchester. Walaupun tentunya ada enak dan tidak enak, secara keseluruhan pengalaman ini terasa menyenangkan. Pada saat tulisan ini dibuat, saya sedang merapel bahan bahan kuliah untuk persiapan ujian. Sebari rehat sejenak, berikut refleksi empat bulan pertama menempuh pendidikan master di Inggris.

IMG_20161114_101726_HDR.jpg
Kelas High Tech Entrepreneurship dari Prof Jonathan Pinkse

Continue reading

Selamat Ulang Tahun Bu Mahe

Ketika kuliah di ITS dulu, awal semester selalu dimulai dengan sesi perwalian. Di sesi ini dosen wali memberikan masukan performa akademik semester sebelumnya dan juga diskusi tentang mata kuliah apa saja yang akan diambil semester ini. Jika mendapat dosen wali yang cukup asik, mahasiswa juga memanfaatkan sesi ini untuk curhat, berkeluh kesah atau bahkan meminta nasihat baik itu berkaitan dengan kuliah maupun hal pribadi. Saya termasuk yang mendapat keberuntungan ini. Ibu Mahendrawati, dosen wali saya, tidak saja memperhatikan performa akademik mahasiswanya tetapi juga peduli dengan masalah masalah kami dan tidak jarang memberikan saran dan nasihat yang mengena sekali.

Di suatu semester, saya mendapat nilai C di mata kuliah Aljabar Linier. Mata kuliah berisi rumus dan persamaan matematis yang tidak saya nikmati sama sekali. Sebenarnya ini bukan masalah besar karena mata kuliah lain nilainya cukup bagus sehingga tidak berdampak terhadap penurunan IPK keseluruhan. Tetapi Bu Mahe membahas ini cukup intens. Beliau bertanya kenapa mata kuliah pemrograman mendapat nilai yang bagus namun sebaliknya nilai mata kuliah analitis dan matematis terjun bebas.

Jawaban saya sederhana : mata kuliah tersebut bukan minat saya sehingga saya tidak terlalu peduli dengan mata kuliah tersebut. Bu Mahe kemudian memberikan saran yang kurang lebih terdengar seperti ini.

Tentu saja nilaimu jelek, kamu tidak mengerahkan usaha disitu. Sudah coba untuk berusaha ? siapa tahu kamu bisa. Lagipula kalau hanya fokus di bidang yang kamu suka saja, bisa bisa tidak berkembang.

Saat mendengar itu, sejujurnya kalimat itu tidak terlalu mengena. Tetapi melihat kembali ke belakang dan merefleksikannya kembali ke perjalanan hidup saya hari ini, her advice was spot on. Momen momen menarik terjadi ketika saya, baik sengaja ataupun tidak sengaja, keluar dan mengerahkan usaha untuk hal yang awalnya tidak saya minati.

Ketika dulu menempati posisi sebagai senior engineer, saya pikir bahwa IT dan teknik adalah hidup saya. I was good at those stuff, it was my passion and i thought im going to do this for a long time. Tapi nasib berkata lain, saya dipindah ke Corporate Strategy. Pada awalnya memang susah dan  tidak nyaman, tapi dengan mencoba mengerahkan usaha disitu it turns out to be great. Saya tidak menyangka sebelumnya bahwa strategy, business model, corporate finance, investment dan product development menjadi bidang yang saya kuasai dan minati.

Saran bu mahe kembali mengena ketika saya memutuskan untuk berhenti berhenti bekerja sejenak dan mengambil beasiswa master. Karir lumayan dengan gaji dan manfaat yang bagus ditambah saya baru saja mempunyai anak dan istri yang juga baru saja di promosi. Meninggalkan semua itu ditambah dengan menghadapi segala ketidakpastian tentu saja susah, menakutkan dan tidak nyaman. But hey, with enough effort and perserverance, my time here with Ghazi and Sari turns out to be great so far. 

Di salah satu buku Malcolm Gladwell (saya lupa yang mana), ada sebuah percobaan dimana beberapa orang secara random ditantang  menyelesaikan soal matematika advance dengan imbalan hadiah uang. Sebagian besar responden tidak pernah mengenyam bangku kuliah dan mereka diberikan waktu sebanyak mungkin. Yang mengejutkan, ada sedikit orang yang berhasil. Bagaimana mereka melakukannya ? mencoba-coba terus, membuat kesalahan sebanyak mungkin dan menyesuaikan solusi berdasarkan koreksi yang di dapat dari kegagalan sebelumnya. Proses ini menghabiskan waktu hingga 5-6 jam. Mayoritas responden sudah menyerah bahkan sebelum 1 jam berakhir.

Gladwell menyimpulkan with enough effort and perserverance, even complex math problems are solvable by ordinary people. Tentunya ini akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Jangan jangan rasa minat dan nyaman terjadi karena bidang tersebut memang sudah saya kuasai. Keengganan untuk keluar dari kotak minat ini jangan jangan adalah rasa takut gagal dan salah. Tembok besar yang menghalangi perkembangan personal saya.  Padahal kalau mengerahkan usaha dan waktu disitu bisa jadi saya menguasai bidang tersebut dan membuka jalan ke arah yang lebih bagus.

Selamat ulang tahun Bu Mahe. Terima kasih telah menjadi partner diskusi saya dan banyak mahasiswa-i ketika kuliah dulu. Semoga ibu sekeluarga tetap sehat dan terus menginspirasi banyak mahasiswa-i di kampus untuk keluar dan terbang jauh dari apa yang mereka kira adalah batasan mereka sendiri.

img_20161011_164500_hdr

Terinspirasi dari posting Ariesty yang juga sesama anak wali Bu Mahe. Walaupun tentu saja angkatannya, ehm, berbeda jauh. 

REGIS: Cari Cari Paper Web 3.0

So she said what’s the problem baby
What’s the problem I don’t know
Well maybe I’m in love (love)
Think about it every time
I think about it
Can’t stop thinking ’bout it
– Accidentally In Love

KENAPA NERAKA!!!! Beeuuhh, barusan tau dari kholes . Ternyata senen besok ada kelas REGIS : Research Group On Intelligent System jam setengah 4 sore. Padahal harusnya seperti yang sudah distate oleh advisor REGIS (Pak Ruly Soelaiman Skom Mkom), pertemuan selanjutnya setiap korban pengikut REGIS ini diharapkan sudah membawa (dan membaca tentunya) paper untuk didiskusikan belum. Langsung deh blingsatan dan gelagapan. Mulai obok obok IEEE dan google deh saya.

Mulailah dengan sesuatu yang anda minati, begitu nasehat dari advisor REGIS. Karena bingung apa yang sebenarnya saya minati , makanya saya gak mulai mulai (BEUUH!!). Setelah memaksa dan menarik diri saya sendiri, mulai deh saya browsing. Mulai untuk mencari cari topik dalam belantara Intelligent System yang penuh dengan rumus rumus liar, pasir hisap integral differensial dan angka angka haus darah. Akhirnya ada satu topik yang menarik buat saya, web 3.0.

Web 3.0

Generasi Web, diambil dari sini

Continue reading

Intelligent System Research Group

no, what do you own the world?
How do you own disorder, disorder,
Now, somewhere between the sacred silence,
Sacred silence and sleep,
Somewhere, between the sacred silence and sleep,
Disorder, disorder, disorder.
– Toxicity, System Of A Down


Hari kamis kemaren adalah pertemuan pertama dari mata kuliah Intelligent System. Mata kuliah yang saya anggap angker. Dan kebetulan di ampu (di ajar) oleh dosen yang “angker” juga. Sebelumnya saya sebenarnya pengen menghindar dari dosen teresebut, tetapi karena dua kelas beliau semua yang mengajar ya apa boleh buat. Kenapa mata kuliah ini angker?because its all about mathematics and stuff. Bayangin aja gimana kedernya waktu mendengarkan penjelasan beliau mengenai integral tingkat 10. Im really suck at math dan mata kuliah ini bakal jadi mimpi buruk bagi saya.

Setelah beberapa menit pembukaan dan overview mengenai machine learning, neural network dan review paper beliau, ada sesuatu yang benar benar baru saya dengar sepanjuang sejarah perkuliahan saya. Pak Rully Soelaiman, dosen saya ini menawarkan untuk membagi kelas Intelligent System menjadi dua. Kelas reguler dan kelas riset. Klo yang kelas reguler kuliahnya biasa aja, klo yang kelas riset kuliahnya modelny mirip dengan kuliah s2. Setiap mahasiwa diberikan sebuah paper, dan sepanjang kuliahnya itu isinya mbahas paper, presentasi, bikin proposal riset dan segala macem. Dan yang jelas materi papernya gak jauh jauh dari Intelligent System ini. Setelah itu dibagikan kertas pendaftaran, yang tertarik tanda tangan di kertas itu.

Saya tanda tangan di kertas itu. Nekat? Yap!! Ini kontrak mati saya dengan Pak Rully. Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, seumur hidup saya menghindar dengan sesuatu yang berbau matematis. Ada gejala kejang kejang mirip epilepsi setiap kali saya melihat rumus dan macem macemnya. ketika dihadapkan dengan pilihan seperti ini? apakah saya akan terus lari? Nggak, saya memilih buat stand up and take the stake. Sampai kapan saya harus lari? dan ini kesempatan buat saya untuk melihat sejauh mana sih batas kemampuan saya. Dan saya memprediksikan bakalan berdarah darah di kelas ini, im going to walk thru hell. Saya juga pengen liat, sejauh mana saya bisa bertahan dari hentakan gelombang otak melihat rumus rumus neural network yang bejibun.

Kelas riset masih mulai sekitaran 2 minggu lagi. Masih ada waktu buat mempersiapkan mental, tapi sudah terlambat untuk mundur. Sementara ini masih asyik baca baca masalah SOA, thanx to mas Joni Farizal. Ada yang sempet nanya, “Gak jadi E business mbel?” wekekekek kayaknya masih pur, ini kan riset. Dan buat informasi aja, kelas riset cuman sekitar 20 an orang. Hmm kayaknya kita butuh nama deh buat ini. Ada yang punya usul?

Segitu deh laporannya. Tetep semangat!!!

: )

3 Bidang Minat

Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
-Cinta melulu, Efek Rumah Kaca

Tiga, angka yang menurut saya unik. Dan entah kenapa dekat sekali dengan kehidupan kuliah saya akhir akhir ini. Sekarang saya semester 6, 3 x 2 = 6. Semua mata kuliah yang saya ambil semester ini bobotnya 3 sks. Yang paling angker, semester ini adalah waktunya untuk memilih satu diantara 3 bidang minat untuk menentukan arah tugas akhir yang niatnya mulai saya cicil semester ini.

Berasa seperti jaman jaman milih jurusan pas SPMB dulu. Bedanya klo dulu jaman SMA kecenderungannya milih supaya bisa masuk. Klo pada kasus saya kali ini, memilih kecenderungannya untuk bisa segera keluar dari kampus yang sudah mulai laknat ini. Dan bagi mahasiswa SI seperti saya ini, its the time to choose my destiny. Untuk itu saya sedikit mereview the choice of three ini. Dibawah ini adalah bidang minat yang ada di SI ITS.

Continue reading

Jumat : Penawaran Judul TA

Me and all my friends We’re all misunderstood
They say we stand for nothing and There’s no way we ever could
Now we see everything is going wrong With the world and those who lead it
We just feel like we don’t have the means To rise above and beat it
– Waiting On The World To Change, John Mayer

Tulisan ini dibuat setelah melihat tempelan di papan pengumuman jurusan. Tempelan ini berbunyi seperti dibawah.

PENAWARAN JUDUL TA
BIDANG MINAT E- BUSINESS

WAJIB  HADIR BAGI ANGKATAN 2005

Jumat , 22 Februari 2008

Ada perasaan aneh aneh gimana ngeliat pengumuman tersebut. Ketika membaca baris pertama, kata kata TA atau tugas akhir terdengar seperti sesuatu yang jauh dan “asing”. Tapi begitu ngeliat baris kedua, lah saya kan angkatan 2005. Tempelan ini buat saya dan temen temen PHOENIC 05 yang lain. Tak terasa, tugas akhir sudah sangat dekat. Dan akhir perjalanan akademik saya untuk mendapatkan gelar sarjana pun semakin dekat juga.

Pada waktu perwalian kemaren, dosen wali saya yang cantik (HALAH!!) sudah mewanti wanti untuk mulai mencari judul TA.  Sebagai info saja nih temen temen, di jurusan saya ini ada 3 bidang minat:

  • Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi (bener gak? pak holil?)
  • Sistem pendukung keputusan
  • E – Bisnis.

Klo saya benernya, lebih condong ke E bisnis. Saya mempunyai ketertarikan tersendiri (bukan seksual) dengan teknologi. E bisnis di kampus saya memang identik dengan programming atau implementasi teknologi yang sedang IN.

Beberapa ide TA sudah muncul di kepala saya. Materi, ebook dan source code juga sudah nyicil bwat donlot. Diantara lain adalah sebagai berikut.

  • Sistem Terdistribusi menggunakan Spring HTTP Invoker
  • RESTful Application
  • Sistem Informasi Lowongan Pekerjaan berbasis  Opinion System
  • Integrasi ERP, pake medallion mungkin
  • Implementasi SOA

Yang diatas baru sebatas IDE dan menurutq masih general dan abstrak sekali. tergantung juga sama dosen pembimbing juga sih, ada nggak yang mau :P. Sementara ide ide diatas baru kujadikan motivasi bwat belajar doank. Kalo kepake ya syukur.

Semoga cepat lulus deh saya. Perubahan semenjak adanya kajur baru di kampus membuat saya semakin gerah dan males.  Kampus ini sudah gak seperti dulu lagi. Dimana mahasiswa masih dianggap stakeholder pada setiap keputusan jurusan. Dimana hubungan kajur dengan mahasiswa adalah bapak – anak, bukan mandor – kacung.

Semangat temen temen. Seperti kata salah satu mbahnya JUG,  Om Jos 

its not going to be like this forever 

paling parah 5 tahun kedepan lah

: P

My 6th Semester: Bingung ngisi FRS

my time to WIPE!! wipe
The lyrical did DID!!
because my time to WIPE! Wipe
The lyrical did DID!
because that’s bullshit ah!
-Engine no 9, Deftones

Hari ini adalah hari pertama pengisian FRS (formulir rencana studi) di kampus ITS. Something really different yang terjadi pada semester ini adalah nama dosen tidak dicantumkan pada form pengisian FRS online.

frs.jpg

Efek paling dahsyat dari kebijakan baru ini adalah mahasiswa tidak dapat melihat dosen mata kuliah yang akan diambil nya. Untuk itu saya mengucapkan belasungkawa sedalam dalamnya.

TELAH MENINGGAL..
HAK MAHASISWA SISTEM INFORMASI ITS..
UNTUK MEMILIH MATA KULIAH BERDASARKAN DOSEN PENGAJAR..

Continue reading