Silicon Roundabout: cluster evolution and effect of public policy in Inner East London Startup Cluster

Digital economy is currently huge economy contributor for United Kingdom. In 2015, this sector contributed 97 billion pounds and provide more job growth than any other sector in the country (Tech City, 2017). Majority of UK digital economy activities is concentrated in London, specifically in the area called Silicon Roundabout. The cluster is the home of more than 3000 digital media and internet companies, most of them are newly-established and small-sized.

Silicon roundabout.png
Silicon Roundabout (image source)

This essay will discuss the development of Silicon Roundabout cluster and how public policy have impact on that process.  Short overview on the cluster will be discussed first as the starting point. After that the evolution of cluster will be described followed by discussion on the cluster policy impact. In the later part of the essay, challenges facing the cluster will be explained and then closed by essay conclusion. Continue reading

Nanotechnology in China: An Analysis of International Competitiveness

This is my essay for professor Marcella Miozzo‘s International Competitiveness class. Previously, i posted the power point presentation for this topic as well. Links to all the reference can be found in the bottom of the article. Hope its useful. 

Nanotechnology is the manipulation and production of material within a very small scale (nanoscale). It is a complex technology which encompass multiple science discipline and industries (Islam & Miyazaki, 2009). Due to this multidisciplinary nature, nanotechnology is predicted to revolutionise the landscape of multiple industry sectors and become the foundation of the next industrial revolution (Moreira & Vale, 2016). This promising potential has attracted many countries to invest in the research and development this technology. Interestingly, this strategic scientific endeavor is not only pursued by developed economies. Newly industrialised economies are also investing heavily in nanotechnology to catch up with more established countries, increase competitiveness and stimulate growth (Moreira & Vale, 2016) (Niosi & Reid, 2007).

Nanotech
Illustration of nanotechnology (image source)

One of the newly industrialized country which gaining solid grounds in nanotechnology is China. Since the late 1980s, the country has been investing massively in nanotechnology to build international competitiveness in science and technology (Bai, 2005). This effort has started to bear fruits especially in science and research indicators. The number of China nano-science publication surpassed the United States since 2004 (Appelbaum & Parker, 2008).  Number of China’s share in global nano-patent also doubled in less than a decade (Appelbaum, et al., 2016). In these two indicators, China has achieved international leadership.

This essay will discuss China’s nanotechnology development in the context of international competitiveness. The historical context of China endeavour in nanotech will be described first. Following that, factors supporting nanotechnology will be discussed using Malerba’s sectoral system of innovation theory as a lens (Malerba, 2004). Finally, the benefits of network will be explained using Podolny and Leung pipe, prism, and sponge metaphor (Podolny, 2001) (Leung, 2013). Continue reading

Penggunaan Layanan Finansial Seluler Untuk Memperluas Jangkauan Bantuan Sosial Pemerintah

Dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 28 juta orang (BPS, 2016), penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan. Angka kemiskinan yang tinggi berpotensi membawa efek domino yang lebih besar seperti berkurangnya produktivitas ekonomi, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat dan juga peningkatan angka kriminalitas. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia di tahun 2010 membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Berada langsung di bawah wakil presiden, TNP2K bertanggung jawab mengeksekusi program pengentasan kemiskinan seperti peningkatan kapasitas ekonomi, jaminan kesehatan dan juga bantuan sosial. TNP2K juga bertanggung jawab atas basis data terpadu yang berisi informasi sosial ekonomi dan demografi penduduk miskin di Indonesia.

LFS untuk PKH.png
Contoh skema penggunaan layanan finansial seluler untuk distribusi bantuan sosial

Salah satu instrumen bantuan sosial yang digunakan TNP2K adalah transfer tunai bersyarat bernama Program Keluarga Harapan (PKH). PKH memberikan uang tunai kepada rumah tangga sangat miskin sekaligus mewajibkan mereka untuk memenuhi persyaratan terkait pendidikan dan kesehatan. Sebagai contoh, resipien PKH yang memiliki anak balita wajib memenuhi kewajiban imunisasi lengkap sebelum menerima bantuan. Saat ini, dana PKH di salurkan secara tunai melalui kantor pos dan juga transfer bank melalui akun bank BRI. Continue reading

Sifat Kontra Intuisi dari Inovasi

Perkembangan eksponensial teknologi informasi dalam satu dekade terakhir menghasilkan kelas konsumen teredukasi dengan ekspektasi yang semakin hari semakin meningkat. Pelaku bisnis, entrepreneur dan bahkan sektor publik dipaksa berinovasi dengan laju yang lebih cepat dan lebih efektif dibanding sebelumnya. Di tahun 1999, The Economist menulis bahwa inovasi menjadi agama baru perindustrian di penghujung abad 20. Organisasi yang inovatif memiliki produktivitas jauh lebih tinggi dibanding yang tidak. Inovasi menjadi cawan suci yang menjanjikan kejayaan ditengah gencarnya kompetisi.

Meningkatnya peran inovasi membuat populernya materi materi terkait. Siapa dari kita yang belum melihat video stay hungry stay foolish ?. Buku bertema inovasi juga kerap menjadi best seller. Yang paling terkenal diantaranya : Innovators Dilemma yang mengenalkan konsep inovasi disruptif. Sejarah inovasi komputasi dalam buku The Innovators dari Walter Issacson dan juga tips memanage kreativitas di Creativity Inc dari Ed Catmull.

us_cover

Salah satu buku tentang inovasi yang menarik buat saya adalah How To Fly A Horse dari Kevin Ashton, pionir dari teknologi internet of things. Buku ini mencoba membantah mitos bahwa inovasi, mencipta dan kreativitas adalah hak istimewa segelintir orang yang dianggap jenius. Kevin mencoba menjelaskan inovasi dari unit yang paling sederhana yaitu kerja keras. Dia juga mencoba mematahkan miskonsepsi bahwa proses inovatif terjadi secara magis, seperti bohlam diatas kepala yang tiba tiba menyala. Miskonsepsi ini terjadi karena beberapa karakteristik dari inovasi bersifat kontra intuisi (counter intuitive) sehingga rentan untuk disalahartikan.

Memahami sifat sifat kontra intuisi ini krusial untuk mengerti bagaimana inovasi dihasilkan dan menghindari kesalahan umum yang terjadi ketika membangun proses inovasi. Continue reading

Information Role In Agribusiness

For work related project, recently me along with my colleagues were exploring the business potential of developing mobile services in Indonesian agriculture sector. Our early hypothesis was delivering relevant information could give benefits to farmers.

To prove our hypothesis and start our research, We went to Institute Pertanian Bogor and have a discussion with two academias from agriculture business faculty, ibu Etriya and pak Firman. Ibu Etriya has been doing research on vegetable farming in West Java while pak Firman is an expert in Coffee and Cocoa plantation. Both of them are very passionate about their subjects and the discussion really opened up my mind about the role of information in Indonesian agriculture business and how big the opportunities in these space.

21997750050_dfb2ecc560_b

In this blog post, i will share some of the insights gained from the discussion. Lets start with how good information could bring positive impact to the farmer’s livelihood. Continue reading

Why Ebook Is Not Disruptive (Yet)

One of my favorite strategy blog Stratechery recently has a great piece on ebooks. Apparently in 2015, the sales of physical books in the United States is still going strong while ebook fall down 10 percent. The market share of ebooks also did not grow very much, still steady at 20% for several years. The trend is even more disconcerting  due to the massive sales decline on ebook reader. Having single purpose device such as Kindle are apparently too cumbersome for general population. It is still too early to pull the verdict, but things are not going well for the state of electronic books.

Source: death to stock photos
Source: death to stock photos

This is very interesting because usually the emergence of the electronic media will disrupt the old establishment of physical ones. Case in point, the introduction of itunes and other digital music platform had brought CD sales to its knees. Disruptive Innovation as famously interpreted by Clayton Christensen. So why does this not happen with ebook ?. In the stratechery piece, there are three factors which held the adoption of ebooks: Price, Experience and Modularization.

Reflecting it to my experience as an avid book reader and the market condition in Indonesia, In this post, I will relate some of this drawback factors discussed in stratechery post to my personal experience. I will discuss some of the reasons which makes ebook worth to try and why physical books will still going to be around for the foreseeable future. Continue reading

Layanan Seluler Untuk Pembangunan

Tulisan ini sebelumnya dipublikasikan di Selasar.com. Dibawah ini adalah editan terbaru berdasarkan input proofreading dari Atiek Puspa, Agung Hikmat dan Nauval Atmaja. Beberapa minggu ini kami berempat mengadakan kelompok studi kecil kecilan dengan topik M4D untuk mengisi waktu luang dengan tulisan ini sebagai hasilnya. Beberapa tulisan tentang M4D dan Indonesia (kami harap) akan muncul setelahnya. 

Telepon seluler adalah teknologi modern yang paling banyak diserap masyarakat di dunia. Menurut laporan Global Mobile Economy, di akhir tahun 2014 terdapat 3.6 milyar pengguna layanan seluler. Setengah dari populasi dunia mempunyai akses terhadap teknologi ini dan bertumbuh lima kali lipat dibandingkan 10 tahun yang lalu. Untuk negara-negara berkembang, penetrasi layanan berkisar pada 40%, sementara negara-negara maju mencapai dua kali lipat dari penetrasi layanan negara berkembang. Di masa mendatang, pengguna seluler diperkirakan terus bertumbuh mendekati 5 milyar di akhir tahun 2020 dan didominasi oleh Asia Tenggara dan Afrika.

Layanan Seluler Untuk Pembangunan

Layanan seluler memberikan akses komunikasi luas kepada sebagian besar populasi dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, seluler juga membuka deras arus informasi melalui mobile internet kepada masyarakat yang belum terjangkau oleh infrastruktur kabel. Beberapa hal tersebut membuat seluler menjadi pilihan teknologi yang ideal untuk mendorong proses pembangunan bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi. Konsep ini disebut dengan Mobile for Development (M4D) atau layanan seluler untuk pembangunan. Continue reading