Nyambung Dengan Peri Gigi Berkat Wikipedia

Rasa-rasanya ada tanda-tanda asmara
Antara kita berdua
Tak sangka-sangka ada buai benih asmara
Antara kita berdua

Namun mengapa berjuta tanda tanya
Masih tersimpan pada dirimu oh
– Tandanya, Malique And The Essentials

Ketemu lagi temen temen setelah beberapa hari absen menulis. Dan kali ini yang akan saya share dengan temen temen sekalian adalah satu lagi pengalaman perjuangan mencari kitab suci ke barat (Halah!!). Maksud saya, perjuangan PDKT dengan CalonDRG alias Peri Gigi alias Ibu Dokter Gigi Dian Baik Hati Ceria Sepanjang Hari *nyegir kuda* . Kronologis dan catatan perjuangan bisa dilihat di link dibawah ini, sangat disarankan untuk membaca terlebih dahulu. Diurutkan berdasarkan fungsi waktu, yang paling bawah adalah yang paling awal.

Oke, enough for the intro. Kejadian dimulai di sore yang cerah di laboratorium pemrograman sistem informasi. Sore yang biasa bagi si penulis blog ini. Menatap barisan koding java yang mulai terasa mencekam. Mengancam kewarasan seorang kiki ahmadi. Disaat mata sudah mulai mengantuk, dan kebosanan mulai menjalar. Sebuah pesan dari Pidgin Instant Messenger keluar.

peri_gigi is now online

Untuk menghindari adanya kerusuhan massal, diatas adalah bukan id YM sebenarnya. Understood ? Ok, back to the topic.

Sontak aliran adrenalin mengalir deras ke kepala. Rasa ngantuk hilang, ayah ibu pun ikut senang (Hah?). HUP!!! Posisi duduk diatur, otot diregangkan, tatapan mata ditajamkan , tombak diruncingkan, lalu mari kita berburu babi hutan (HAYAH!!!). Intinya adalah si penulis yang keren abis ini pun mulai berkonsentrasi untuk menghadapai saat saat krusial dalam perjalanan hidupnya, Ngobrol dengan peri gigi. Percaya atau tidak, ini membutuhkan konsentrasi dan kinerja otak yang prima untuk menghindari hasil yang memalukan. Persiapan sudah matang, dan gembel pun mulai mengetik.

gembel_linux : Bu Dokter!!! Gimana kabar
peri_gigi : heeyyy!!!!
peri_gigi: ūüôā
peri_gigi : baik baik
peri_gigi : oh ya, gimana amalgam nya ?

*siiiinnggg*
*suara angin *
*suara kepala digaruk*

Baru 4 kata yang saya keluarkan dan bu dokter sudah mengeluarkan kata amalgam. Mendadak saya kehilangan arah dari pembicaraan ini. Saatnya mengakui bahwa saya benar benar bodoh.

WHAT IN THE WORLD IS AMALGAM ??????

Tapi saya masih belum menyerah. Dengan bercucuran keringat, kuketikkan http://www.wikipedia.com didalam address bar firefox. Kopipes kata amalgam ke search bar wikipedia. Dan ini yang saya dapat.

ini bukan bekas cor coran

Hoalah, tambalan gigi toh. Tingkat kepercayaan diri pun mulai meningkat. YAP!!! semangat!!! perjuangan ngobrol akan dilanjutkan. Continue reading “Nyambung Dengan Peri Gigi Berkat Wikipedia”

Minggu Pagi Ceria !!!

Kurasakan hangat indahnya sang mentari
membangunkanku dari tidur yang lelap ini
Sinarmu yang terang mulai memasuki mata
dan mengusirku dari alam mimpi
– Selamat Pagi, RAN

Minggu pagi, hari yang tepat buat bangun siang. Bangun jam setengah 5 an, sholat subuh trus terpanggil lagi oleh kasur yang empuk. Masih memikirkan sms yang gak dibales kemaren. Hmpffhhh….*muka sedih*.

Membuka mata dengan setengah ikhlas. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.Dibangunkan oleh gigitan si null, kucing keluarga yang hiperaktif. Extrajoss emang gak baik buat mamalia. Mencari cari hape dengan setengah sadar. Lha kok nggak ada?

Ternyata saya tertidur di kamar mama. Pantes kok rapi banget. Dengan setengah sadar naek ke lantai 2, membuka kamar dengan pintu alumunium. Lho? Ini kan suasaana kota Stalingrad ketika dibombardir habis habisan oleh Mortir, Panzer, Luftwaffe NAZI di PD 2. Kucek kucek mata. Oh, ini emang kamar saya. Suasananya rada mirip memang. Penuh dengan barang barang gak jelas berserakan. Mulai dari keyboard, cpu bekas, buku Hacking Exposed, komik Doraemon sampai koran minggu lalu.

Ngelihat hape. 2 new message. Message pertama, My Sister.

Mas, caranya ngerubah wma jadi mp3 gimana?

Hmppfhhh, masih ngantuk. Masih nggak nyambung. Message kedua.

Kiki dah terima smsku? Mau dirawat dirumah sekarang? atau besok aja?

Tertulis di layar hape : Dokter Dian Hape.

WWWWWWWWWWWWWWWWAAAAAAAAAAAAAAWWWWWWW!!!!!!!!

Continue reading “Minggu Pagi Ceria !!!”

For What Its Worth

Satu lagi malem minggu dilewatkan dengan bertapa di kompie lab nomer 29. Ditengah dingin malam langit mendung surabaya. Kondisi lab  membuat malam ini semakin sepi. Sebuah lagu mulai dimainkan di tengah ratusan mp3 di playlist winamp.

For What It’s Worth – The Cardigans

 Hey baby come round
Keep holding me down
And I’ll be keeping you up tonight.
The four letter word got stuck in my head
The dirtiest word that I’ve ever said
It’s making me feel alright.

For what it’s worth, I love you
And what is worse, I really do
For what it’s worth, I’m gonna run run run
‘Til the sweetness gets to you
And what is worse I love you! 

Hey please baby come back
There’ll be no more loving attack
And I’ll be keeping it cool tonight.
The four letter word is out of my head
Come on around, get back in my bed
Keep making me feel alright.

¬†For what it’s worth, I love you
And what is worse, I really do
For what it’s worth, I’m gonna run run run
‘Til the sweetness gets to you
And what is worse I love you!

For what it’s worth, I love you
And what is worse, I really do

Damn!! benar benar nusuk dan ngepas banget buat kondisi saya hari ini. Setelah menghabiskan 12 jam penuh di depan kompie lab. Masih melihat layar hape, menunggu balasan sms.

dsc02055.jpg
Hmmmpffhhhhhhh

For what its worth, im still waiting for your reply. Selamat bermalam minggu semua.

Lain kali gak kena pipi lagi deh: Part 2

Masih dalam cerita perjalanan gembel ke dokter gigi.

Dan duduklah saya di kursi kematian pasien. Dokter gigi dian menyiapkan peralatan kedokteran gigi di meja. Terlihat alat alat seperti gergaji mesin, tang, kunci inggris (BAHHH!!). Becanda, maksud saya alat kedokteran gigi pada umumnya. Saya gak seberapa tau namanya. Dokter dian pun mulai memanaskan bor giginya *ngiiinnngg*. Dan saya hanya bisa diam , pasrah dan mangap. Dimulailah rasa sakit itu.

Yang pertama dilakukan oleh CDRG dian ini adalah membongkar kembali tambalan sementara gigi kanan saya. Jadi proses yang terjadi disini adalah sebagai berikut.

  1. Lubangi gigi yang lubang
  2. Ukir dengan menggunakan bor hingga bentuknya bagus
  3. Bersihkan lubang gigi dengan alkohol
  4. Tambal dengan semen gigi, usahakan jangan pake yang mereknya Holcim atau Tiga Roda. Kalau kepepet gak papa.
  5. Biarkan tambalan hingga kering. Udahakan mulut pasien tetap terbuka. Pemakaian dongkrak di perbolehkan
  6. Biarkan tambalan seharian penuh
  7. Setelah tambalan kering, ulangi langkah 1 sampai 3
  8. Berikan tambalan permanen dengan logam.  Dicor sekalian biar kuat.
  9. Pasien pingsan kesakitan

Dan langkah langkah diatas saya lewati dengan sabar dan tabah. Melihat dokter gigi dian melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati. Saya cuman bisa bertahan dengan tetap berpikir positif.  Im in the arms of an angel

Continue reading “Lain kali gak kena pipi lagi deh: Part 2”

Butuh motivasi untuk ke dokter gigi

‘Cause you don’t need nobody to make it on your own
You dont need nobody you’d rather be alone
So Jimmy gets high tonight
And Jimmy gets high tonight
– Jimmy Gets High, Daniel Powter

Tebak apa yang saya lakukan kemaren? Yap!! benar!!  saya habis ke dokter gigi (yang nebak bener siapa coba, aneh kamu mbel). Sebenernya bukan dokter gigi, lebih tepatnya calon dokter gigi soalnya masih mahasiswa. Kebetulan gigi saya emang banyak bermasalah. banyak bermasalah ini bisa didefinisikan lebih lanjut dengan : bolong 4. Dan hari ini adalah pertemuan saya yang kedua dengan calon dokter gigi yang baik hati menawan berseri sepanjang hari tralala trilili *Prak* (gembel dikepruk sandal, tetep senyum). Pertemuan pertama dulu cuman diagnosa doank, yang diagnosa juga bukan calon dokter gigi yang berseri sepanjang hari seperti matahari syalalala slilili *grombyang* (gembel dilempar kompor, masih tetep senyum). Dan hari ini adalah pertemuan kedua sekaligus perawatan gigi bolong sesi pertama.

Saya berangkat dari rumah dengan hati riang dan gembira. Saya juga sempet bertanya tanya, apa sih yang mengerikan dari ke dokter gigi. Selama ini kan paradigma klo ke dokter gigi kan : mengerikan. Beberapa temen saya bahkan mengalami gejala trauma dokter gigi (dentist traumatic stress disorder). Mendengar kombinasi dari huruf d, r dan  g langsung kejang kejang gak karuan, ya kan purnama? hehehhehhe. Dan saya baru mengetahui jawaban dari semua itu kemaren T_T. Memang butuh keberanian dan motivasi tinggi untuk ke dokter gigi.

Nyampe di FKG (bukan fakultas kelebihan gadis, walaupun menurut saya begitu) sekitar jam 12 an lebih.  Nunggu di bawah pohon sambil baca paper SOA (so geek mbel). Selang beberapa menit , ringtone RAN РPandangan Pertama terdengar dari hape saya.

calon dokter gigi (CDRG) : Ki, dimana?  (dengan nada bertanya)
calon CEO (CCEO)            : di bawah pohon yang kemaren yan (nada sok cool , calm and kuli)
CDRG                                  : oh, oke tungguin disana ya, aq kesana (nada bergegas)
CCEO                                   : yup (sambil nyanyi lagunya RAN, siul siul)

Dan akhirnya CDRG datang juga. Kita berdua bergegas untuk  menuju ke klinik eksekusi perawatan. Saya didudukkan di kursi khas dokter gigi. Sebari menunggu dokternya selesai melakukan ritual, saya masih sempat mendokumentasikan momen yang-seharusnya-menegangkan ini. Oh ya CDRG yang ada di cerita diatas namanya Dian. Bagus bukan namanya (HALAH!!!!).

dsc02002.jpg

orang pintar tau kapan buka mulut, sayangnya yang ini enggak

Continue reading “Butuh motivasi untuk ke dokter gigi”