C# : Perspektif Dari Seorang Java Student

She’s watching me awkwardly from a distance.
Should I care?
Is there something more I should have known?
I know that I wonder
   – Follow And Feel, Saosin

I did start programming in Java. Dari pertama kali mengenal bahasa pemrograman sampai sekarang, java adalah bahasa pemrograman yang paling sering saya pakai. Kurikulum di jurusan juga tidak secara explicit mengajarkan bahasa pemrograman lain sehingga kesempatan saya untuk bersentuhan dengan bahasa pemrograman lain pun menjadi terbatas.

Pada mata kuliah pemrograman web pun yang diajarkan adalah JSP native yang obsolete bukannya PHP atau Ruby on Rails. Mungkin jika saya tidak menjalani kehidupan sebagai freelance programmer/ programmer proyekan , satu satunya bahasa pemrograman yang saya kuasai adalah Java karena di kuliah cuman itu yang diajarkan. I learned PHP and javascript from my projects. My point is my whole programming life before was java centric.

Visual Studio
Visual Studio

 

Dan hal ini mulai berubah ketika di PT INCO project yang dibebankan kepada saya di develop menggunakan C# dan .NET Framework. Benar benar sebuah tantangan , karena selama ini saya sedikit alergi dengan development stack Microsoft. Tapi karena memang tuntutan pekerjaan dan klo dipikir pikir juga ketergantungan terhadap satu bahasa pemrograman gak bagus buat masa depan seorang calon pemimpin teknologi informasi indonesia masa depan seperti saya ini (narsis mode on). Tanpa panjang lebar, tanpa bekal apapun langsung deh saya memanaskan laptop dengan mengklik  IDE C# Visual Studio 2008.

Continue reading “C# : Perspektif Dari Seorang Java Student”