Books : Buku yang belum sempat kubaca

The sun is beating down
Are we ever gonna change
Can we stop the blood from running?

Our time is running out
Hope we find a better way
Before we find we’re left with nothing
-Rise Today, Alterbridge

Karena minggu ini merupakan hell week pertama di semester 6, hobi saya untuk membaca buku jadi sedikit terganggu. Padahal klo lagi suntuk dan stress, pelampiasan yang lumayan sering saya lakukan adalah pergi ke toko buku lalu menculik beberapa item disitu (pake bayar kok, tenang aja). Akhirnya minggu minggu ini ada beberapa buku yang belum sempet saya baca dan beberapa masih rapi dalam plastiknya.

Padahal buku buku tersebut sudah saya eramkan terus dalam tas saya. Jadi klo ada waktu nganggur sedikit, buku buku tersebut akan langsung saya “perawani” (HALAH, bahasanya lho). Sangat terganggu sekali saya dengan nganggur. Menunggu tanpa ada hal apapun yang dilakukan bisa bikin saya gelisah, hati tidak tenang, panas dalam dan bibir pecah pecah (cap kaki tiga banget). Sehingga untuk mengatasi hal itu, selalu ada buku di tas saya.

Minggu ini ada 2 buku yang saya culik dari uranus beberapa hari kemaren.

  • Kenapa Kuda Lumping Makan Beling? Dan 61 Pertanyaan Ngaco Lainnya Dijawab oleh Naif
  • The Air Asia Story

Buku yang sudah sempet kubaca cuman yang pertama doank.

Kenapa Kuda Lumping Makan Beling? Dan 61 Pertanyaan Ngaco Lainnya Dijawab oleh Naif 

Continue reading “Books : Buku yang belum sempat kubaca”

Toko Buku: Uranus Vs Gramedia

When we get there, we’re gonna fly so far away,
Making sure to laugh
while we experience anti-gravity.
-Summer Romance, Incubus

Hey Folks!! Ketemu lagi di salah satu postingan saya yang nggak penting ini. Jam menunjukkan pukul 5 pagi waktu menuliskan postingan ini. Ngantuk, ntar abis jumatan ada rapat acara himpunan. Its gonna be hell of a day. Btw saya nulis postingan ini sambil mendengarkan lagu Summer Romance dari Incubus. Highly Recommended!! Rancak bro. Dentuman bas, kocokan gitar, hentakan drum sama scratching turntable dari DJ Kilmore ngeblend jadi satu. Ditambah vokal yang rada emo dari Brandon Boyd. Superb dah, Incubus kagak ada matinya :p.

Beberapa hari ini saya  ngidam novel detektif. Setelah selama semingguan yang lalu nafsu beli buku saya sudah mulai terkendali, out of control lagi ketika hang out di Gramedia dan ngeliat sampul bukunya Agatha Christie yang 4.50 from Paddington.  Kayaknya novel detektif ini menarik. Tetapi karena ini di gramedia dan saya pernah ngeliat buku itu di toko yang lebih murah (baca: Uranus) jadi niat menggebu nggebu itu saya tahan 🙂 .

Saya nggak seberapa prefer bwat beli buku klo di gramed. Alasan utamanya ya yang saya sebutkan diatas tadi, uranus menawarkan harga yang lebih “mahasiswa”. Tetapi suasana di gramed lebih cozy dan lebih merangsang untuk membaca. Penataan buku yang bagus, ruangan yang relatif luas & lega , alunan musik klasik dan ini konsisten terjadi di beberapa counter gramed berbeda yang pernah saya kunjungi. Mengunjungi toko buku gramedia bisa jadi terapi rileks dan alternatif tempat kencan bagi saya (hehehe,nyari partner kencannya yang susah ). Berbeda sekali dengan uranus yang sempit, Acnya dikit dan penataan bukunya yang ditumpuk tumpuk jadi rada susah nyarinya. Everything has its price i think.

Margin perbedaan harga untuk uranus dan gramed menurut saya cukup signifikan. Kita misalkan harga novel agatha christie yang saya liat di gramed tadi adalah x. Maka di uranus, dengan memngeluarkan x + 1/2 x + 10rb  saya sudah dapet 1 buku agatha christie dan 2 buku sherlock holmesnya conan doyle. Dengan jumlah uang yang sama, di gramedia mungkin cuman dapet 2 buku.

Yang biasanya saya lakukan adalah pergi ke gramedia. Dan jika saya menemukan buku yang menurut saya bagus, saya tinggal cabut ke uranus. Klo di uranus gak ada dan saya bener bener ngebet, baru deh balik lagi ke gramedia. Menurut saya ini cukup efektif menekan budget belanja buku pribadi, dengan menempatkan diri untuk lebih mengeluarkan effort ketika nafsu liar muncul melihat buku bagus yang siap untuk dimangsa.

Tapi klo dipikir pikir, membandingkan uranus dengan gramed rasanya tidak adil. Uranus pada saat tulisan ini ditulis , baru mempunyai tiga cabang di dua kota. Sedangkan di setiap kota besar di pulau jawa, kita hampir bisa menemukan counter gramedia disitu. Selain itu, website resmi gramedia memakan ASP sedangkan uranus memakai PHP (dan saya kenal programmernya, halah LKSC ). Kita bisa tentukan siapa yang lebih “berada” dengan melihat bahasa pemrograman yang dipakai kedua toko buku tersebut (dasar, geek!!!) 🙂 .

Oh ya, saya sedikit hipokrit ketika  menyebutkan soal penghematan budget. Padahal rata rata buku yang saya beli dalam satu waktu adalah 3 buku. Sama aja boong!!!. Saya menghabiskan sebagian besar uang saku saya bulan ini untuk membeli buku, padahal sepatu & jaket udah mulai kumal (dasar gembel). Yach mau gimana lagi, klo ditahan tahan juga ntar stress hehehehe. Btw buku yang saya beli kemaren antara lain :

  • Agatha Christie – Elephants Can Remember
  • Sir Arthur Conan Doyle – Sherlock Holmes : Valley Of Fear
  • Sir Arthur Conan Doyle – Sherlock Holmes : Kelompok Lingkaran Merah

Kok gak yang Paddington tadi? Karena 4.50 from Paddington  tokoh detektifnya adalah Miss Marple. Saya pengen membandingkan dua sosok detektif yang jantan terlebih dahulu (Hercule Poirot dan Sherlock Holmes). Paddington masuk dalam daftar incaran saya yang berikutnya saja.

Btw hari ini klo gak ada halangan, ive got my project payment. My first money ive got from java projects (Hurray!!!). Semakin liar deh nafsu beli bukunya.

Thanx for reading folks. Have a good reading day.

: )

Perhaps when a man has special knowledge and special powers like my own, it rather encourages him to seek a complex explanation when a simpler one is at hand
– Sherlock Holmes