Berkontribusi Sebagai Alumni

Selasa minggu kemarin, saya kembali ke kampus untuk menemui dosen wali ketika kuliah dulu yang juga menjabat sebagai wakil dekan FTIF, ibu Mahendrawati. Bersama dengan rekan seangkatan yang juga berprofesi sebagai dosen, kami berdiskusi panjang  mulai dari yang ringan (bergosip) sampai hal serius seperti arah perubahan kurikulum baru di jurusan.

Salah satu poin diskusi yang menarik adalah kontribusi alumni. Bu Mahe berpendapat hubungan yang erat antara alumni dan almamater berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas pengajaran di kampus. Sebagai contoh ketika jurusan merancang kurikulum baru, feedback alumni dapat digunakan untuk menimbang relevansi materi kuliah dengan dunia kerja. Selain itu, alumni bisa menjadi rujukan mahasiswa mulai dari sekedar menghubungkan dengan dunia industri (untuk internship, magang dsb) atau sekedar memberikan satu dua tips tentang job-seeking. 

Berkontribusi Sebagai Alumni

Problem yang dihadapi adalah availabilitas alumni. Dengan asumsi mayoritas alumni bekerja di Jakarta, dibutuhkan komitmen yang tidak sedikit baik dari sisi biaya maupun waktu untuk mampir ke ITS.

Menurut saya, salah satu solusi membangun koneksi alumni-almamater ditengah hambatan jarak adalah memberikan beberapa opsi keterlibatan dengan variasi tingkat komitmen. Idealnya memang alumni datang ke kampus dan sharing ke mahasiswa atau diskusi dengan dosen. Tetapi dengan memanfaatkan internet dan sosial media, banyak kontribusi yang bisa diberikan tanpa harus berada di tempat.

Berikut beberapa opsi yang bisa dipakai alumni untuk berkontribusi kembali ke almamaternya. Continue reading “Berkontribusi Sebagai Alumni”