TIL #3 : Neobank

TIL adalah singkatan dari Today I Learned. Di sini gue menulis penjelasan singkat istilah baru seputar startup, teknologi dan fintech. Nama TIL terinspirasi dari subforum reddit . Semua edisi TIL bisa dibaca di link berikut.

Edisi hari ini akan membahas tentang bank yang baru, berbasis aplikasi dan tanpa kantor cabang.

Ilustrasi neobank. Photo by Blake Wisz on Unsplash

Neobank adalah versi milenial dari bank reguler : lahir dengan teknologi, desain warna warni dan minim aset. Definisi resminya, neobank adalah layanan perbankan sepenuhnya berbasis aplikasi, dari pendaftaran hingga transaksi. Biasanya tidak punya kantor cabang dan beroperasi layaknya tech startup ketimbang institusi finansial yang formal.

Beberapa contoh neobank yang populer adalah Revolut (UK), Xinja (Australia), NuBank (Brazil) dan Chime (US).

Neobank di seluruh dunia. Gambar dari Techcrunch.

Beberapa value proposition yang umum ditawarkan oleh neobank antara lain :

  • Registrasi dan aktivasi dalam hitungan menit
  • Bebas biaya-biaya (transfer, admin, transaksi) dan tidak ada saldo minimum
  • Integrasi dengan layanan finansial lain seperti remittance, investasi, pinjaman dan bahkan cryptocurrency

Revolut, startup neobank dari UK, menawarkan layanan berlangganan untuk penggunanya. Pengguna yang berlangganan tier premium mendapatkan kartu debit metal beserta benefit seperti gratis transfer dan bunga tabungan yang lebih besar.

Tiered subscription dari Revolut

Chime, startup neobank US yang baru saja menjadi decacorn, menawarkan fitur auto-savings. Setiap kali pengguna melakukan transaksi pembayaran online atau via kartu debit, Chime akan otomatis membulatkan ke atas transaksi tersebut dan menyimpannya kedalam akun tabungan.

Lalu bagaimana dengan faktor keamanan dan legalitas neobank ini ? Karena kebanyakan startup, ditambah lagi tidak punya kantor, apakah mereka beresiko tinggi seperti pinjol abal-abal ?

Di banyak negara, neobank harus mendapatkan izin atau lisensi dari regulator keuangan setempat seperti layaknya bank konvensional. Namun persyaratan permodalannya jauh lebih kecil.

Faktor kenapa neobank bermunculan karena beberapa tahun terakhir regulator dari banyak negara maju dan berkembang mulai membuka lisensi bank virtual untuk mendorong inklusi finansial. Lanskap status lisensi neobank di berbagai negara bisa dilihat di tabel di bawah :

Data dikompilasi dari Asian Banker special report

Bagaimana dengan Indonesia ? saat ini belum terlihat hilalnya untuk pembukaan lisensi dari OJK. Namun, bank virtual sebenarnya dimasukkan ke dalam 5 rencana kebijakan strategis OJK 2020.

Sebentar, bukannya Jenius itu neobank ? pertanyaan yang bagus. Jenius beroperasi dan meluncurkan fitur-fitur inovatif layaknya startup neobank. Tapi technically, Jenius adalah divisi digital dari bank BTPN. Untuk pengguna sih tidak pengaruh definisi neobank atau tidak. Bahkan menurutku, kehadiran Jenius menaikkan ekspektasi pengguna perbankan jika nantinya lisensi bank virtual dibuka.

Indonesian neobanks startups will be compared to Jenius. If it offer less, whats the point ?

Overview growth eksponensial Jenius beberapa tahun terakhir

Apa dampak neobank terhadap lanskap perbankan, fintech dan startup Indonesia ? Lisensi neobank memungkinkan masuknya pemain-pemain non-finance untuk masuk ke dalam industri perbankan. Bisa dibayangkan unicorn-unicorn seperti Tokopedia, Gojek, Shopee dan Bukalapak akan membuka bank sendiri. Milenial sepertinya lebih relate terhadap brand-brand tersebut dibandingkan bank konvensional. Menjadi bank virtual juga akan menjadi tujuan evolusi selanjutnya startup-startup fintech. Karena dengan menjadi bank, fintech membuka peluang layanan yang lebih luas dan juga izin pengelolaan dana yang lebih fleksibel.

Sebagai pengguna, semakin banyak pilihan tentunya akan semakin bagus. Setengah populasi dari negara ini masih belum punya akun bank. Startup neobank punya banyak peluang untuk menyasar segmen-segmen unbank ini.

Referensi tambahan mengenai neobank bisa dibaca di list berikut :

Terima kasih telah membaca. Jika kamu menikmati tulisan ini dan ingin mendapatkan update tentang tulisan terbaru via email, sila isi form dibawah.

Processing…
Success! You’re on the list.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.