Musik dan Podcast Menarik 2019

Sudah bulan Desember. Suasana di kantor juga sudah bau liburan. Memanfaatkan kelowongan, aku akan merekap musik dan podcast menarik yang kutemukan tahun ini.

Musik Lokal

Berikut rilisan lokal tahun 2019 dari berbagai genre yang berputar terus di playlistku. Dengan kualitas seperti ini, aku berharap semakin banyak yang tahu bagaimana bagusnya musik Indonesia dari tahun ke tahun. Lets go!

List lengkap musik lokal Indonesia yang aku rekomendasikan bisa didengarkan di playlist berikut.

Move – Tuan Tigabelas

Versi live terbaik dari lagu ini

Assalamualaikum nyonya-nyoya tuan-tuan / Heres come the doom, lari cari bala bantuan.

Dalam dua baris, Upi a.k.a Tuan 13 membantai semua battle rapper sepanjang tahun 2019. Lagu ini adalah suntikan adrenalin instan yang kubutuhkan ketika akan masuk ruang meeting dan mendeliver presentasi penting.

Mooner – Menenggala

Live dari Candi Prambanan

Side-project Rekti The SIGIT yang masih senafas rock and roll tapi dengan sentuhan etnik psychedelic. Menenggala adalah single dari rilisan kedua mereka OM atau Orkes Melayu. Benar, track dari rilisan ini mengandung unsur dangdut. Dangdut + Psychedelic Rock + Acid = berjoget kosmis.

Ardhito Pramono – Fake Optics

Bar kosong, asap rokok tipis-tipis dan segelas whisky. Fake Optics dari Ardhito adalah sebuah ode patah hati generasi Senoparty.

Jangar – Negeri Nego

Gila sih, mendengar lagu ini reaksi pertamaku adalah kenapa Lamb Of God tiba tiba bervokal mas-mas dengan suara sengau. Setelah kuriset lebih lanjut, ternyata yang nyanyi bukan mas mas tapi bli-bli. Jangar, fourtet unit rock progressive dari Bali, liar beraroma bensin dan alkohol. Gas!

The Panturas – Putra Petir

Unofficial Soundtrack Film Gundala

Empat pemuda Jatinangor yang ketika bersatu berubah menjadi titisan spiritual Dick Dale dan membawa ombak revivalist rock selancar California selatan tahun 50an. Terkenal dengan live show yang rusuh, Panturas adalah band lokal teratas dalam wishlist harus ditonton 2020.

Isyana Saraswati – Sikap Duniawi

Isyana yang dulu sudah mati. Welcome to the real Isyana

Isyana dan Raisa, bertarung sengit di tempat satu dan dua top of mind solis wanita di Indonesia. Tahun 2019, Isyana membuka tabir pop dan merilis jati diri dia sebenarnya: album Lexicon. Sikap Duniawi adalah single pertamanya, dengarkan dan lihat bagaimana Isyana Saraswati menempatkan dirinya di level yang berbeda dari semua musisi Indonesia lainnya.

Mari kita tunggu karir Isyana berikutnya di panggung Broadway atau East End, melagukan musikal musikal Disney serta berduet repertoir klasik dengan Sarah Brightman. Aku sendiri menunggu Isyana untuk muncul di panggung Hammersonic, menjadi feature di setnya Deadsquad mungkin. Ala-ala Within Temptation gitu lah mungkin.

Podcast Lokal

Secara garis besar, aku jauh lebih banyak mendengarkan podcast dibandingkan musik di 2019. Beberapa orang sepertinya mengalami hal yang sama. William Tanu Tokopedia, di panggung konferensi TechinAsia, bercerita sudah jarang sekali membaca buku karena beralih ke podcast. Stand up komedian Gilang Bhaskara juga bicara di BiarLega tentang kebiasannya di busway yang bergeser dari mendengar musik menjadi podcast.

Selain itu, skena podcast lokal meledak di tahun 2019 sehingga podcaster lokal menggeser rotasi podcast barat seperti Freakonomics atau How I Built This yang tahun lalu banyak ku dengarkan.

Berikut 3 podcast lokal yang aku rekomendasikan beserta spesifik episode yang menurutku paling bagus.

Podcast Boker – Episode Rhoma Irama

Podcast Boker a.k.a BKR Brothers a.k.a Ryo, Molen dan Bobby. Hands down, podcast paling maksimal dari sisi kengehean. Membahas hal hal terkait pergaulan Jakarta Selatan dengan eksplisit, jujur dan (for the lack of better word) ngehe!. Podcast yang selama tahun 2019, rutin menemani dan membuatku ngakak sepanjang perjalanan kerja dari Cibinong ke Ampera.

Di medio tahun 2000an awal, ketika masih SMA di Surabaya, jadwal rutinku setelah magrib adalah mendengarkan radio. Di EBS FM klo tidak salah, jam 7 sampai jam 9 ada acara yang dipegang oleh DJ bernama Yohanes dan Micky. Sepanjang acara, mereka berdua bercanda jorok, membahas hal-hal seru tentang Surabaya dan ngobrol ngalor-ngidul. Podcast Boker mengingatkan aku tentang acara ini dan bagaimana penyiar radio yang bagus, bisa membuat aku merasa ikut nongkrong dan tertawa bareng mereka.

Episode yang pas untuk memulai mendengar podcast ini adalah ketika BKR Brothers menginterview Kiki Aulia Ucup, manager Barasuara, tentang pengalamannya mengundang Rhoma Irama untuk Synchronize Fest dan segala keabsurdan dibelakangnya.

Podcast Stand Up Indo – Episode Pandji Pragiwaksono

Stand-up komedi adalah satu kesenian yang tidak aku sangka bisa bertumbuh besar di Indonesia. Aku menemukan Seinfeld, Pryor dan Carlin ketika kuliah dan selama di Surabaya, tidak pernah aku bertemu se-orang pun yang mengenal, let alone suka, dengan gaya berkomedi tunggal seperti ini.

Di tahun 2011, stand-up komedi Indonesia bertumbuh pesat dan salah satu kontributor penting adalah komunitas StandupIndo. Podcast StandupIndo membahas segala macam hal di belakang panggung stand-up komedi. Mulai profil para komika sebelum jadi komika, profil komunitas dan juga pembahasan sisi bisnis dari stand-up komedi itu sendiri.

Satu yang aku suka dari podcast ini adalah cerita cerita bagaimana kesenian ini mengubah hidup banyak komika. Seriusan, aku seringkali terinspirasi mendengar podcast ini daripada Merry Riana. Yang menginspirasi juga adalah, the length some comics take to get their materials. Di satu episode, Rahmet Ababil ikut tawuran hanya untuk cari premis dan menguatkan personanya sebagai komika SMK.

Episode favoritku adalah Pandji Pragiwaksono. Di tahun 2011, Pandji membuat special show stand-up pertama di Indonesia dan aku beruntung ada di dalam Usmar Ismail hall pada event itu. Belum ada komika yang seprolifik Pandji: spesial paling banyak, punya acara standup-rutin setiap minggu dan yang pertama tur di luar negeri. Di episode ini, kita bisa mendengar beberapa strategy yang dilakukan Pandji untuk menjadi top of mind komika.

Seperti mendengarkan HBR Ideacast, banyak hal tentang marketing, branding dan strategy yang aku dapat di episode ini.

Amwave – Episode JRX, Twice Bar dan SID

Amwave membahas berbagai macam aspek skena musik lokal. Serupa dengan podcast indo tetapi untuk konteks yang berbeda. Dengan durasi minimum satu jam, Amwave secara in-depth membahas pelaku, event, brand clothing dan tentu saja, band dan musik yang berpengaruh terhadap musik sidestream di Indonesia.

Episode favorit adalah ketika Bobby (dari podcast Boker) menginterview pundit punk Bali paling kontroversial JRX a.k.a Ari Astina dari Superman Is Dead. Dimulai dari membahas pernikahan JRX, sejarah terbentuknya SID dan bagaimana ups and downs order manggung SID di tahun 2019.

Bias, karena aku bertumbuh besar SMP dan SMA dengan lagu SID. Tapi untuk setiap penikmat musik, Amwave merupakan angin segar untuk yang ingin mengkonsumsi konten seputar musika nusantara semenjak majalah Hai dan Rollingstone kolaps.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.