Sudah lama tidak menulis.

Sepertinya waktu luang saya akhir akhir lebih banyak dihabiskan dengan membaca buku, mengurus persiapan relokasi, bermain dengan Ghazi dan tentu saja….menaikkan level kompetensi di Battlefield 4.

Tentunya jika diteruskan ini tidak baik. Menulis adalah skill penting yang harus diasah terus dari waktu ke waktu. Apalagi bulan depan saya kembali menjadi pelajar dan mulai mengenyam pendidikan pasca sarjana. Oleh karena itu, kali ini saya mereview beberapa album rilisan 2016 yang nikmat untuk didengar. Hitung hitung pemanasan sebelum menulis paper.

Oh ya, semua album bisa didengarkan di layanan streaming musik Deezer. Klik saja sub-judul di artikel ini.

Gregory Porter – Take Me To The Alley

Packshot

Renyah dan hangat.  Buat saya kata kata ini yang pas menggambarkan suara Gregory Porter. Sedikit mirip dengan John Legend minus cengkok pretensius di setiap pergantian bar.  Penyanyi jazz yang selalu memakai topi ini mempersembahkan album dengar-santai yang pantas didengar ketika beban kerja sedang menggila. Alunan nada smooth jazz untuk memutar kembali siklus metabolisme sebari rehat pasca makan siang.

Rekomendasi saya, mulai dengarkan album ini dari lagu self-titlednya : Take Me To The Alley.

Skepta – Konnichiwa

skepta-konnichiwa-album

Untuk yang belum familiar, Grime adalah bentuk kearifan lokal Britania Raya untuk musik rap. Sepenglihatan saya, musik Grime masih dianggap eksotis disini bahkan untuk penggemar hip hop paling hardcore sekalipun. Terbukti dengan minimnya (atau bahkan tidak ada ?) artis hiphop lokal yang mengambil style Grime.

Oleh karena itu,  untuk saat ini tidak ada yang lebih cocok untuk mengenalkan Grime melainkan Skepta dan rilisan terbarunya berjudul Konnichiwa. Album ini membawa suara Grime yang murni Britania seperti beat beat bernuansa Garage, Jungle dan dubstep tanpa mencoba untuk terdengar komersial (translasi: menggandeng DJ Khaled). Ini menarik karena Skepta sebenarnya berambisi untuk membawa Grime ke publik musik Amerika. Satu satunya track sangat US adalah Ladies Hit Squad yang menampilkan A$AP Nast yang terdengar seperti Drake KW super.

Saya sangat menikmati Konnichiwa dari track pertama sampai akhir dan sepertinya beberapa situs musik juga memuji album ini. Kedepan, mungkin leksikal slang khas Grime seperti Mandem , Wagwan, Roll Deep mungkin akan lebih banyak diucapkan penikmat hiphop mainstream.

Beberapa album Grime yang juga wajib disimak : Facing Time – Bugzy Malone dan Snakes and Ladders – Wiley.

Rival Sons – Hollow Bones

rivalsonshollowbonescd

Rival Sons adalah rock and roll. Saya baru pertama kali mendengarkan band ini di album terbaru mereka Hollow Bones dan sangat terkesima sekali dengan suara yang mereka bawa. Blues keras dengan semangat revivalist progressive rock. Bisa dianalogikan seperti Led Zeppelin dengan sound effect modern ala The Black Keys. Ini terlihat jelas di lagu Hollow Bones Pt2, sangat sangat Led Zeppelin.

Jika kamu menikmati album ini, saya sarankan untuk mendengarkan juga Royal Blood , Buffalo Summer dan unit rock and roll pekarya anak bangsa Kelompok Penerbang Roket

Blink 182 – California

399714554.blink-182-california-4050538212723-1-vinyl

Saya tumbuh dengan Blink 182. Mulai dari kenakalan mereka di video Whats My Age Again, kegilaan pemborosan satu juta dollar di The Rock Show sampai bagaimana lirik Stay Together for The Kids menjadi kenyataan ketika Tom keluar dari band.

Berkaca pada fakta tersebut, mendengarkan album California terasa seperti merasakan kembali suguhan renyah yang telah lama hilang dari pasaran. Meskipun peran Tom DeLonge telah diganti oleh Matt Skiba dari Alkaline Trio, tidak ada perubahan suara yang signifikan di rilisan ini. Mulai dari track Bored to Death, Shes Out Of Her Mind sampai Teenage Sattelites, California adalah Blink 182 seperti biasa tanpa eksplorasi aneh aneh. Hal yang bagus karena fans sebenarnya sudah putus harapan untuk mendengar Blink 182 kembali sekeluarnya Tom DeLonge.

Yang disayangkan, performa vokal Mark Hoppus ketika membawakan lagu lagu album California secara live benar benar jelek. Lucunya, Tom DeLonge juga punya masalah yang sama di live performance Angels and Airwaves beberapa tahun terakhir.

Selain Blink, beberapa band pop punk seangkatan mereka juga mengeluarkan rilisan baru di tahun ini. Good Charlotte dengan Youth Authority, Sum 41 yang merilis single terbaru Fake My Own Death dan tentu saja Angels and Airwaves dengan mini album Chasing Shadows.

Red Hot Chili Peppers – The Getaway

red-hot-chili-peppers-the-getaway-ltd

Benar benar tertidur mendengarkan album ini. Ini seperti ketika Coldplay merilis Ghost Stories : Monoton dan membosankan. Saran saya sih, dengarkan saja Dark Necessities lalu skip semua track yang lain.

Man, saya merindukan Frusciante dan harmonisasi suara duanya. Sebaiknya saya dengar kembali album By The Way secara utuh untuk mengembalikan memori indah tentang band ini.

Ugly Heroes – Everything In Between

MMGUHEIBCD_1024x1024.jpg

Ugly Heroes adalah Apollo Brown, Verbal Kent dan Red Pill. Sementara Everything In Between adalah sebuah tribute untuk semua kelas pekerja di kota Detroit yang hidup dari satu slip gaji ke slip gaji yang lain. Penuh dengan lirik lirik retrospeksi perjuangan hidup namun di seimbangkan dengan hook hook yang mengajak untuk bertahan dan maju. Seperti di track Notion :

Life will get overwhelming, Devil on shoulder dwelling
Telling you all the reasons death could be so compelling
Suddenly you stressing chaos, never getting a day off
All you doing is working and never seeing a pay off

Terdengar cukup putus asa, namun di hook lagu Verbal Kent berkata

I got a feeling is my own and I own my truth
I got a feeling that I’m here for a reason and the reason is you

Pola pola yang sama terdengar di berbagai track album ini seperti trak This World, Today Right Now, Peace of Mind, Heart Attack dan lain lain.

Dengan beat Boombap dan juga sampling lagu lagu jazz lawas, Everything In Between adalah album rap positif , conscious dan jauh dari ajang pamer kekayaan dan hedonisme. Antitesis hip hop yang bercokol di chart top 40 hari ini dan sangat saya rekomendasikan untuk semua yang menggemari genre ini.

Di tahun ini banyak sekali album hip-hop yang saya konsumsi, lebih banyak mungkin daripada genre genre lainnya. Untuk rilisan tahun ini, tiga yang signifikan Aesop Rock – The Impossible Kid, Royce da 5’9” – Layers dan DJ Shadow – The Mountain Will Fall. Untuk album rilisan selain tahun ini :  Mac Miller – Blue Slide ParkThe Internet – Ego Death, Noname – Telefone dan tentu saja OST pertunjukan broadway paling legendaris sepanjang masa Hamilton

Posted by Kiki Ahmadi

Professional in Telco and Digital industry in Indonesia | Currently pursuing master's degree in Innovation Management and Entrepreneurship in University of Manchester

5 Comments

  1. Wah, mau sekolah lagi, Om? Di mana nih?
    Salam sehat selalu :mrgreen:

    Reply

    1. ntar deh fit, masih nunggu Visa gak enak klo diomong-omongin hehehe. Semoga dirimu sehat selalu juga ya sekeluarga

      Reply

      1. Siap, Om. Ntr kabar2 di Twitter atau nulis di blog ya. Ahaha.. Semoga lancar semua2nya yaaaa 😄

  2. Mantep Ki reviewnya. Btw ugly heroes asik juga, jadi kangen denger rap nya oka antara.

    Reply

    1. sekarang udah main sinetron religi masalahnya cha haha

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s