2015 dalam album lokal

Salah satu pet peeves saya terkait musik adalah ketika mendengar opini bahwa musik Indonesia makin kesini makin tidak berkualitas. Biasanya juga diikuti dengan retorika jaman keemasan musik Indonesia di era Ahmad Dhani belum hangover akibat terlalu banyak meminum egonya sendiri.

Album Indonesia 2015

Come on man. Musik bagus, seperti halnya revolusi, akan susah ditemui di televisi. Channel youtube Sounds From The Corner bisa menjadi tempat yang bagus untuk memulai eksplorasi. Ada banyak musik lokal bagus di luar studio Dahsyat dan yang kamu butuhkan adalah mencari lebih dalam.

Berikut beberapa album lokal yang menjadi landmark eksplorasi musik Indonesia saya di tahun 2015.

Kelompok Penerbang Roket – HAAI

HAAI-cover

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/10784448

KPR adalah band cadas yang terdengar seperti piringan hitam lama rock 70-an. Rekaman vokal yang lo fi, drum roll yang rusuh serta melodi gitar yang panjang ditengah lagu mengingatkan saya akan dewa dewa rock masa lalu seperti Led Zeppelin, Deep Purple dan juga AC/DC.

Di tahun 2015, KPR mengeluarkan dua album yaitu EP Teriakan Bocah dan juga HAAI yang berisi cover lagu lagu Panbers. Saya lebih memilih yang terakhir karena, holy shit, saya tidak pernah tahu bahwa Panbers mempunyai repertoar dengan lirik lirik rock and roll seperti di track Bimbang dan Ragu, Mr Bloon dan Djakarta City Sound. Maklum, yang saya tahu hanya Gereja Tua.

Menginjeksi kuping dengan rock and roll kasar sekaligus memberikan wawasan musik Indonesia lama. Di lagu terakhir HAAI, KPR mengajak Benny Panjaitan untuk bernyanyi. Dan om Benny terdengar seperti sedang kesurupan Robert Plant.

Sigmun – Crimson Eyes

PXx7QU5d

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/11596146

Sigmun adalah salah satu dari sedikit band lokal yang terdengar sangat internasional. Entah karena kualitas rekaman yang diatas rata rata atau lirik bahasa inggris yang sangat natif, debut album perdana mereka Crimson Eyes dapat membaur dengan mudah diantara satu playlist berisi lagu lagu barat yang sejenis. Terdengar psychedelic, gelap namun digarap dengan sangat rapih, Crimson Eyes benar benar rilisan rock berat yang nyaris tanpa cela. Kalau dideskripsikan, genre dari Crimson Eyes adalah ramuan blues dan doom metal yang sedikit stoner. Absurd memang tetapi sederhananya Sigmun adalah Black Sabbath dari Bandung.

Kunto Aji – Generation Y

kunto-aji-generation-y

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/11698216

Dua hal yang saya salut sekali dengan rilisan perdana Kunto Aji ini.

Yang pertama adalah keberaniannya untuk mengeksplorasi topik yang di jarang disentuh oleh seniman pop tanah air. Track favorit saya, “Akhir Bulan” bercerita tentang keuangan pas pasan di tanggal tua yang tentunya sangat relevan dengan jutaan pekerja kantoran di pemukiman urban. Dibandingkan dengan solis pop Indonesia lain seperti Raisya, Isyana atau Tulus, yang kesemuanya terlihat sekali menjaga citra elegan dalam musik dan lirik mereka, Kunto Aji berani memasukkan kata “mie instan” kedalam reff dan tetap tidak sedikitpun terdengar murahan.

Kedua, Generation Y adalah sebuah album konsep yang semua tracknya mempunyai tema besar yang sama. Lagu demi lagu adalah representasi kegelisahan generasi Y / millenial dari karir, cita dan tentu saja cinta. Untuk yang muda, sedang single dan bekerja, mendengarkan album ini dari awal sampai akhir akan membuatmu mengumpat  “Anjing! ini gue banget”.

DPMB – Re-Attitude

i-Cover-D.P.M.B-RE-ATTITUDE

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/11415712

Dua Petaka Membawa Bencana (DPMB) adalah kolektif hiphop yang terdiri dari Donnero dan Mamox. Donnero saya tidak pernah mendengar sebelumnya, tetapi Mamox adalah salah satu personel dari Jogja Hipjop Foundation.

Re-Attitude membawa kejayaan hip hop boom bap tahun 90-200an dengan lirik lirik braggadocio penuh testosteron ala Cypress Hill dan Mob Depp. Tidak ada yang terlalu istimewa memang dari segi pemilihan tema memang. To be fair untuk departemen penulisan lirik, emcee di skena hiphop lokal belum ada yang mampu mengambil obor dari tangan Morgue Vanguard a.k.a Ucok Homicide. Sudah bertahun tahun grupnya bubar, Ucok masih saja teratas untuk urusan adu kreatif rima dan metafora.

Yang solid dari rilisan ini adalah beat beat yang on point serta kualitas rekaman yang jernih dan terasa menghentak sekali ditelinga. Re-Attitude tidak pernah gagal untuk membuat kepala bergoyang goyang.

Silampukau – Dosa, Kota , Kenangan

Silampukau-Dosa-Kota-Kenangan1

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/10719020

Sepertinya belum ada karya yang mengabadikan kota Surabaya sejujur album Dosa, Kota, Kenangan. Mulai dari bermain bola bergawang sandal di track Bola Raya, keluar masuk gang Dolly di Sang Pelanggan, pacaran di taman remaja di Bianglala dan balada penjual miras oplosan di Sang Juragan. Fragmen kehidupan yang ditampilkan seperti celetukan awas itu tangan, ketok dua kali untuk beli miras dan musisi yang terpaksa jadi penjaga distro membuat saya mengenang kembali kota dimana saya besar dan tumbuh.

Dari sisi musikalitas, Silampukau mencampur baur banyak nuansa musik folk lain seperti nada piano berjingkat-jingkat yang berbau Gypsy di Sang Pelanggan, sedikit country di Sang Juragan dan juga kombinasi terompet, mandolin dan akordion di Doa 1 yang terdengar senafas dengan Zach Condon a.k.a Beirut.

Konklusinya, album ini adalah oleh oleh terbaik untuk semua yang pernah tinggal di Surabaya.

Barasuara – Taifun

Bara

Link Deezer : http://www.deezer.com/album/11202854

Taifun adalah album yang luar biasa brengsek bagusnya. Sudah lama saya tidak mendengar suatu album dan bener benar terkesima sampai saya harus memberitahu semua orang untuk segera mendengarkan album ini.

Di album perdana mereka, Barasuara menghidangkan musik rock yang terdengar halus. Distorsi gitar Iga Massardi di lembutkan oleh duo vokalis wanita, Putri Chitara dan Asteriska Cabrini. Membawa eksplorasi musik yang kompleks namun tetap ramah tanpa harus terlalu pretensius. Yang menonjol juga dari Taifun adalah pemilihan kata kata bahasa Indonesia yang indah sekali. Sedikit sekali yang bisa seperti ini, Tulus dan Banda Neira adalah contoh lain selain Barasuara.

Untuk saya, Taifun adalah rilisan terbaik musik Indonesia tahun ini. Tangan kebawah dan tanpa keraguan.

 

Advertisements

2 thoughts on “2015 dalam album lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s