2015 dalam album internasional

Tulisan ini terinspirasi dari postingan Ardi Wilda di facebook yang meminta untuk menuliskan album dan buku terbaik di 2015. Sebagai salah satu panutan dalam hal penulisan dan juga vokalis band folk paling hipster, tentunya undangan bung awe untuk berkomentar tidak dapat saya tolak. Namun hal ini ternyata membuat saya ingin menuliskan dengan lebih panjang apa saja rilisan musik yang mendefinisikan tahun 2015. Mainstream sih tapi sebodo amat.

Best Of 2015

Satu kata kunci yang bisa mendefinisikan konsumsi musik di tahun ini adalah DeezerSitus streaming musik asal perancis ini satu satunya yang bisa diakses di kantor sehingga membuat saya menjadi pengguna setia. Selain itu, Deezer juga membawa band band indie Indonesia seperti sore dan silampukau dalam layanannya sehingga membuat saya semakin terjebak dengan aplikasi ini.

Cukup untuk basa-basinya mari kita mulai dari yang pertama. Oh ya, posting ini khusus berisi album album internasional. Untuk rilisan lokal akan saya tulis di tulisan berikutnya.

Ghost – Meliora

GHOST-600x600

Menilai dari penampilannya, saya mengira musik yang dimainkan Ghost senada dengan Slipknot atau paling tidak black metal ekstrim seperti Dimmu Borgir atau Cradle of Filth. Namun ternyata musik yang dibawa Ghost jauh lebih ramah di telinga dari yang saya bayangkan. Tidak ada distorsi berlebihan, suara vokal Papa Emeritus juga bisa dibilang syahdu. Susah sebenarnya disebut sebagai metal. Rock progressif, seperti era era awal Black Sabbath.

Meliora adalah album rock yang solid. Jika kamu penggemar classic rock dan tidak berkeberatan untuk mendengarkan lirik lirik bertema puja puji terhadap lucifer, ini album yang layak untuk di dengar.

Track Rekomendasi: Deus in Absentia

Haim – Days Are Gone

HAIM

Trio gadis rock asal california ini adalah apa yang anak muda jaman sekarang sebut dengan revivalist. Lahir sebagai generasi milenial, Haim justru membawa sound soft-rock bertema 70-80an di debut album penuh mereka : Days Are Gone. Catchy, enjoyable, klasik dan sedikit hipster. Tipe musik yang digemari anak anak nongkrong pasar santa dan pembaca setia pitchfork. Susah untuk tidak berjoget mendengar lagu lagu ceria yang mendominasi album ini.

Track Rekomendasi: If I Could Change Your Mind

Jedi Mind Tricks – The Thief and The Fallen

promoted-media-optimized_55412f6e67404

JMT is muthafuckin dope!. Duo hip hop asal Philadelphia ini begitu memukau di album ke delapan mereka, The Thief and The Fallen. Highlight di album ini adalah track And God Said To Cain. JMT bersama 3 rapper lainnya bergantian meludah bar demi bar lirik cadas ala Wutang Clan diatas beat bernafas amerika latin yang sedikit mengingatkan pada Cypress Hill. Di ranah hip hop mainstream, tahun ini boleh dibilang milik Kendrick Lamarr tetapi untuk skena bawah tanah, y’all could never fuck with JMT!.

Track Rekomendasi: And God Said To Cain

Breaking Benjamin – Dark Before The Dawn

breakingbenjamindarkbefore_638

Setelah 6 tahun hiatus, Benjamin Burnley dan kawan kawan kembali ke merilis album terbaru mereka Dark Before The Dawn. Sebenarnya sebagai pendengar setia Breaking Benjamin (BB) semenjak era single Diary of Jane, tidak ada hal baru yang ditawarkan album ini. This is a same old breaking benjamin all over again. Seperti halnya Foo Fighters, saya susah membedakan apa tema dan perbedaan antara satu album BB dengan album lain. Tetap radio-friendly alternative rock-metal dengan tema gelap dan keputusasaan. Still, untuk yang belum familiar dengan band ini, Dark Before The Dawn tetap menarik untuk didengarkan sebari headbang.

Track Rekomendasi: Close To Heaven

Bring Me The Horizon – Thats The Spirit

thats-the-spirit-55bd3aab74242

Saya bisa membayangkan, jika seseorang hanya mengenal BMTH hanya dari single paling terkenal mereka Chelsea Smile, kemudian mendengarkan album terbaru mereka pasti berpikir : Apa yang terjadi dengan band ini ?. Band yang mengawali karirnya dengan musik metalcore cadas dengan growl yang jika didengarkan saja membuat tenggorokan gatal berubah haluan menjadi band elektronik rock di album Thats The Spirit.

Untuk yang fans yang mendengarkan diskografi band ini dari awal, transformasi BMTH lebih terasa sebagai progresi natural setelah masuknya keyboardis Jordan Fish di album sebelumnya, Sempiternal. Membawa metal ke ranah elektronik tanpa mengurangi kualitas musik, Thats The Spirit dibuat untuk yang ingin  musik lebih gahar setelah mendengarkan Muse tetapi belum siap mental untuk menikmati Lamb Of God.

Track Rekomendasi: True Friends

Royal Blood – Royal Blood

2014RoyalBlood_RoyalBlood_310714

Hanya terdiri dari dua personel, Royal Blood membawakan no-nonsense garage rock  yang penuh distorsi kasar. Mendengar wall of sound yang sangat penuh di album perdana mereka, ini,  saya berpikir band ini pasti akan membawa banyak personel adisional ketika live. Surprise, surprise, band ini tampil live hanya berdua. Vokalis Mike Kerr, memanfaatkan segudang efek untuk menjadikan bassnya berfungsi sebagai gitar sekaligus. Ditambah dengan dentuman drum Ben Thatcher yang entah kenapa sounds really really good. Royal Blood adalah template modern untuk sebuah rock band generasi kekinian.

Album self titled perdana mereka adalah sebuah road trip ugal ugalan yang tidak boleh dilewatkan siapapun yang mengaku berjiwa rock and roll.

Track Rekomendasi: Little Monsters

Disclosure – Caracal

155281

Masih bicara soal duo musik, di tahun ini Lawrence bersaudara a.k.a Disclosure merilis album baru mereka Caracal. Saya fanatik sekali dengan rilisan mereka sebelumnya Settle sehingga otomatis ekspektasi saya tinggi sekali terhadap karya mereka selanjutnya. Tidak mengecewakan namun juga tidak terlalu fantastis. Masih membawa perpaduan garage britania raya dan deep house yang penuh reverb, Caracal mengambil arah yang lebih down tempo daripada Settle. Kesan chill juga di kontribusikan oleh sebagian besar track yang berisi vokal dari penyanyi bertipe mendesah sepperti The Weekend, Lorde dan juga Sam Smith. Bisa dibilang Caracal adalah background sempurna untuk meminum secangkir kopi hangat pagi hari sebari mencoba mengingat tindakan amoral apa yang terjadi semalam di lantai dansa.

Track Rekomendasi: Hourglass

Coldplay – A Head Full Of Dreams

Head-Full-of-Dreams-coldpay-billboard-2015-510

Band ini mungkin adalah band yang paling susah untuk dibenci. Everybody loves coldplay. Tapi i really really dislike their previous release Ghost Stories. Man saya tidak sanggup untuk mendengarkannya sampai selesai. Seadanya, kosong dan sunyi seperti karya yang dibikin setengah hati.

Di album A Head Full of Dreams, sepertinya Coldplay mengovercompensate hal ini dengan tema album yang ceria, positif dan penuh bunyi bunyian elektronik. Banyak yang menyamakan single pertama mereka, Adventure of A Lifetime dengan lagu lagu dari Daft Punk. Sedikit trivia, di single Everglow terdapat sample suara Gwyneth Paltrow mantan suami Chris Martin. A sure fire tear jerker that bloody song is.

Pop renyah dengan lirik dan musikalitas bergizi, album terbaru Coldplay tidak boleh untuk kamu lewatkan. On second thought, youll probably cannot miss their tracks going forward. Saya membayangkan lagu lagu mereka akan membombardir jingle iklan, backsound TV series dan juga slot radio mainstream selama setahun kedepan.

Track Rekomendasi: Hymn For The Weekend

Semua track rekomendasi di artikel ini dapat didengarkan di playlist deezer berikut. Sila baca juga artikel senada untuk tahun 2013 lalu jika berkenan. Happy holiday readers!. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s