Secara garis besar, 2013 adalah tahun populernya frasa Electronic Dance Music (EDM), Justin Timberlake kuliah umum tentang betapa kerennya berpakaian formal dengan Suit and Tie dan pada puncaknya kemunculan kembali robot paling terkenal di industri musik Daft Punk.

Menciptakan hype yang sedemikian massive dan juga membuktikan musik elektronik yang laku tidak selalu harus electro house

Albums of 2013

Albums of 2013

Siapalah aku untuk menentukan album yang ditulis disini adalah terbaik di 2013, seperti selayaknya tren list di akhir tahun. Album album dibawah menurutku tidak membosankan untuk didengarkan seluruhnya. Hal yang semakin terancam di penghujung era rekaman fisik dimana penikmat musik lebih suka untuk membeli single hit secara ala carte (Translasi Indonesianya : donlot di 4share)

Jamie Cullum – Momentum

Momentum

Momentum

12 track di album ini syahdu sekali untuk didengarkan back to back. Setiap track membawa nuansa yang berbeda. Mulai dari track pembuka The Same Things yang minimalis rancak, When I Get Famous yang bernuansa indie rock seperti album pertama Arctic Monkeys dengan tambahan suara brass section yang classy. Aku bisa membayangkan Alex Turner mengcover lagu ini dengan aksen inggris utara yang kental. Youre Not The Only One lagu mid tempo anthemic dengan arransemen yang mirip dengan Five for fighting. Fans jazz sejati sepertinya akan menjadikan track Pure Imagination sebagai teman minum wine di lounge sebari menyalakan cerutu, smooth and sophisticated. Dan untuk pilihan favorit saya di album ini, Save Your Soul.

Know this, it’s a universal truth
People let you down
So reach out for the things that you can use
Buried in the ground

Sempurna! berada di level yang sama dengan magnum opus Coldplay, Fix you.

 

Seimbang antara lirik apik mudah dicerna dan minim aksi instrumental solo yang terdengar prententious seperti lazimnya musisi Jazz (hey, stereotipe). Jika harganya tidak kurang ajar, isi dompetku akan berkurang ketika Jamie Cullum main ke Jakarta.

Disclosure – Settle

Settle

Settle

Menurutku ini adalah album elektronik tersyahdu 2013. Hal yang tidak mudah karena tahun ini nama nama besar dance music berjamaah mengeluarkan album, Avicii dengan True, bocah jenius Zedd dengan Clarity dan Armin menelurkan Intense .

Lawrence bersaudara adalah Disclosure dan Settle adalah karya fenomenal mereka. Di album ini, suara khas lantai dansa britania seperti underground house, future garage dan two step diramu dengan hook hook vokal yang smooth. Asing dengan musik elektronik? album ini ramah untuk dicerna karena semua lagu di album ini bervokal dan beranatomi musik pop. Fitur menakjubkan untuk sebuah album debut, terlebih ini ditelurkan oleh dua orang produser yang bahkan masih terlalu muda untuk  minum bir.

Menu wajib rekomendasi dariku di album ini adalah F for you, White Noise dan tentu saja When The Fire Starts to Burn.

 

Salah sedikit album elektronik yang berhasil tembus ke mainstream top 40, terdengar beda dan  tetap ramah di telinga.

Paramore – self titled

paramore

Self titled album

I got a fetish for chicks who rocks. Bukan, ini bukan dimulai dari Avril Lavigne. Skala rock Avril dimataku sejajar dengan Taylor Swift. Complicated sebenarnya mengeluhkan permasalahan hidup yang sama dengan I Know You Were Trouble. Seleraku lebih ke Melissa Auf Der Maur (Hole, Smashing Pumpkins), Lacey Sturm ex Flyleaf dan tentu saja Hayley Williams dari Paramore.

Rilisan full album pertama setelah ditinggal Farro bersaudara, Paramore yang kini hanya bertiga menggebrak dengan album self titled mereka. Eksplorasi beragam genre di eksekusi di album ini. Mulai dari ukulele di Moving On dan Im Not Angry, dua interlude yang liriknya no mention ke Farro bersaudara. Gospel choir dan synthethizer ala Prince di Aint It fun dan juga shoegaze rock di lagu penutup Future yang bernuansa Sigur Ros.

Akan tetapi mayoritas materi di album ini tetap punk rock alternatif khas Paramore, tidak terlalu berubah semenjak era Misery Business.  Pattern drum menghentak penuh kombinasi snare dan hi-hat, riff gitar cepat berdistorsi penuh dan tentu saja reff dengan lirik anthemic. Dengarkan single kedua album ini Still Into You dan biarkan tubuhmu berjingkrak sebari bergumam..

and baby even in the worst niiight, im still into you!

 

Arctic Monkeys – AM

arctic_monkeys_am-portada

AM

Whatever People Say I Am ada di tempat tertinggi album terbaik yang pernah kudengar. I Bet That You Look Good on the Dancefloor terdengar sangat berisik, mixing yang kasar dan vokal merepet Alex Turner yang terdengar setengah mabuk. Arctic Monkeys di tahun debut mereka 2006 adalah Empat Sheffield blokes yang bermusik tentang bar hopping, hangover and not giving a slightest fuck.

Di tahun 2013, Alex Turner berpenampilan mature dengan rambut klimis ala Johnny Cash di era Folsom Prison sementara band matesnya memakai jas fit body ala mafia inggris di film film Guy Ritchie. Pendewasaan ini termanifestasi di album AM, image indie rock do it yourself dilepaskan dengan percaya diri karena Arctic Monkeys yang sekarang adalah superstar and they executed this album like one.

Keseluruhan tempo yang lebih lambat, lick lick gitar bluesy, drum beat yang terdengar lebih soft soft dan ambience yang dibangun dari berbagai synth membuat album ini termanifestasi selayaknya wine mahal. Keseluruhan album AM membawa sound signature unik yang mewarnai semua lagu mulai dari Do I Wanna Know, R U Mine , Arabella dan my personal pick. No 1 Party Anthem.

Album AM membawamu melamun didepan segelas scotch, sepi menjelang pagi didalam rock n roll bar terpencil sebari ditemani bartender yang tidak sabar untuk mengusirmu pulang.

Posted by Kiki Ahmadi

Professional in Telco and Digital industry in Indonesia | Currently pursuing master's degree in Innovation Management and Entrepreneurship in University of Manchester

5 Comments

  1. enak itu mas arctic monkeys . apalagi yg Why’d You Only Call Me When You’re High , mana alex turner nya kece juga hahahahha . album 2013 juga albumnya Justin Timberlake . paramore yg baru juga enak

    Reply

    1. iya nih, soundnya arctic monkeys beda banget di AM tapi tetep cool banget

      Reply

      1. iya bener bener . beda banget .
        lebih enak didenger album ini . menurutku sih . hehehhe

  2. Arctic Monkeys yang terbaru gawat !! abis kesambet apaan tiba2 ke sabbath2an dan zep2an 😀 nice review anyway mas

    Reply

    1. thanks tin, iya di beberapa lagu gue jadi keinget Led Zeppelin gitu

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s