Berkenalan dengan Intelligent Network

Sebelumnya ada yang pernah mendengar tentang Intelligent Network  (IN) ? kecuali anda bekerja di industri telco mungkin istilah ini kurang familiar. Secara sederhana, IN mempunyai fungsi paling vital dalam industri telekomunikasi  yaitu sebagai platform untuk menaruh (host) semua layanan yang disediakan operator telco. Sudah cukup menjelaskan ? belum ada gambaran ? kalau belum berarti itu berita bagus because i will explain more on the next paragraph. Kalau sudah ada gambaran ? youre smart dude, keep reading to check are we on the same page or not. Ki, bagaimana jika aku sudah expert dengan IN ? youre genius man, tetap membaca dan berikan kritik untuk tulisanku ini , i will  be glad to be bashed and corrected by expert on this matter. Artikel dan buku yang membahas tentang IN masih sangat sedikit sehingga aku mencoba merangkum secara sederhana gambaran singkat tentang IN based on what i perceived so far.

pertama tama tidak ada salahnya membaca uraian singkat IN di wikipedia berikut.

contoh arsitektur IN, lots of buzzword

Seperti yang sudah aku tulis diatas, IN adalah tempat untuk hosting layanan (service) dari operator telco. Lalu apa itu yang disebut dengan layanan/service atau dalam hal ini telco service ? yang paling sederhana dan aku yakin sebagian besar dari kita memakainya which is telepon dan sms. Selain kedua itu  beberapa contoh layanan telco lainnya yang cukup familiar adalah :

  1. Teleconference
  2. Premium call
  3. Toll free line (nomor bebas pulsa)
  4. Televoting

Masing masing dari telco service tersebut didefinisikan dalam sebuah service logic. Anggap satu layanan telco seperti sebuah program,  service logic ini bisa dianalogikan sebagai source code dari layanan tersebut. Gambaran kasar service logic untuk sebuah layanan telepon generik adalah sebagai berikut :

– Jika  +62856 menelepon +62857, charge panggilan ini dengan tariff plan X
– Jika sembarang pelanggan menelepon ke nomor +6288888, gratiskan panggilan ini (toll free)
– Jika sembarang pelanggan menelepon ke nomor +6288000, charge dengan tarif premium (premium call)

Apalagi itu tariff plan ? tariff plan atau price plan atau subcos adalah sebuah kumpulan tarif yang akan dicharge kepada pelanggan untuk beberapa layanan telco. Untuk prabayar tariff plan biasanya melekat pada kartu perdana atau starter pack (SP). Misalkan ada SP Mahasiswa berarti pengguna SP tersebut akan dicharge dengan tariff plan Mahasiswa dengan detail seperti SMS 100 rupiah persms, telepon 200 rupiah permenit dan lain lain. Lain kali aku akan mencoba menulis lebih detail mengenai tariff plan, pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah tariff plan dan service logic itu sama ?. Service logic mengatur bagaimana layanan telco dijalankan.  Layanan tersebut tidak hanya berupa telepon, tetapi juga SMS, data atau mungkin juga broadband. Sementara tariff plan mengatur bagaimana sebuah service tersebut di dikenakan biaya/ charge. Karena service logic scopenya luas sekali, boleh juga disimpulkan tariff plan merupakan bagian dari service logic. Demikian juga proses lain seperti charging, call routing dan lainnya.

Service logic dari puluhan (ratusan? lebih) layanan yang disediakan oleh provider telekomunikasi di host disatu tempat yaitu IN. Sebelum era IN, service logic dikonfigurasi secara sporadis dalam masing masing switch jaringan telepon. Ketika akan mengimplementasikan layanan baru, operator harus menambahkan dan mengkonfigurasi service logic dari satu switch ke switch lainnya. Satu operator seringkali menggunakan berbagai macam switch yang berasal dari bermacam vendor dimana masing masing vendor mempunyai cara konfigurasi logic yang proprietary dan berbeda satu sama lain. Kompleksitas ini membuat implementasi layanan baru pada operator memakan waktu yang lama karena banyaknya switch yang harus di konfigurasi dan biaya yang tinggi karena operator harus membayar biaya konfigurasi untuk masing masing vendor dari switch yang dipakai.

IN memberikan solusi dari masalah yang muncul di paragraf diatas dengan cara

  • Sentralisasi service logic

IN memberikan satu platform dimana semua service logic di host dalam satu tempat sehingga waktu dan biaya yang diperlukan untuk implementasi layanan baru dapat dipangkas. Hal ini memudahkan operator untuk meroll out layanan baru dengan cepat dan otomatis menambah daya saing operator tersebut. Karena biaya untuk membuat layanan ini menjadi semakin rendah dan waktu semakin cepat,  operator seringkali membuat  layanan instan untuk satu keperluan yang spesifik untuk waktu tertentu saja misalkan televoting khusus untuk acara Indonesian Idol.

  • IN sebagai universal integrator untuk sistem telco yang sudah ada

IN diatur menggunakan interface dan protokol standard yang diatur oleh ITU-T . Dengan interface dan protokol standard tersebut, operator baru dapat dengan mudah mengimplementasikan mesin telco yang baru tanpa harus khawatir kompabilitasnya dengan legacy system yang ada atau protokol proprietary dari vendor.

Selanjutnya apakah IN adalah sebuah software, hardware atau keduanya ? basically IN adalah sebuah network arsitektur yang terdiri dari banyak software, hardware dan network element lain. Secara fungsional IN dapat dibagi menjadi beberapa unit fungsional yaitu.

a) Service Switching Point (SSP)

SSP adalah gateway dari IN, SSP menangkap semua request yang masuk ke IN dan meneruskannya ke SCP.

b) Service Control Point

SCP merupakan tempat dimana service logic disimpan dan request dari eksternal diproses sesuai dengan service logic yang telah terkonfigurasi.

c) Service Creation Environment

SCE merupakan development environment didalam IN sendiri yang menyediakan GUI dan fasilitas lain dalam pembuatan service logic. Bisa dibayangkan fungsinya seperti NetBeans atau Eclipse IDE, bahkan SCE untuk beberapa vendor seperti Huawei menggunakan Eclipse framework.  Untuk bahasa pemrogramannya sendiri sudah menggunakan high level language seperti Java dan banyak pula yang sudah menyediakan fasilitas seperti template, logic block dan drag-and-drop yang semakin memudahkan pengembang.

d) Service Data Point

SDP adalah database dari IN tempat menyimpan data data seperti profil pelanggan, pulsa, tarif plan dan lain lain.

e) Special Resource Function

SRF merupakan node IN yang melayani satu fungsi khusus seperti interactive voice response atau ring back tone.

contoh GUI dari salah satu SCE

Fungsional diatas bisa mempunyai nama yang berbeda depends on the IN product vendor. Selain fungsi diatas,  IN juga menyediakan berbagai fungsi dasar dari layanan telco lainnya seperti charging, rating, pricing management. Beberapa vendor juga menambahkan fungsi value add seperti business intelligence dan network management. Beberapa contoh vendor untuk produk IN antara lain adalah NokiaSiemens Network (NSN), Erricson, Acision dan si kipas merah Huawei.

Sementara ini dulu yang aku share di tulisan pertamaku mengenai IN ini. This is merely a broadview , sengaja tidak aku tulis bagian yang terlalu teknis seperti protokol SS7, packet switch , circuit switch karena sementara ini aku juga masih belum terlalu ngeh dengan hal tersebut. Saat ini aku sedang terlibat dalam project migrasi dari IN ke Next Generation IN di kantor sehingga mau tidak mau this is going to be my playground. I will share some more on this blog for sure. By the way  i will really glad if you share your thought about this matter , i need some harsh critics also cause im still very newbie on this one, buzz me on YM or drop me email as you like.

terima kasih telah membaca.

Lebih lanjut mengenai IN  :

 

Sentralisasi service logic
Advertisements

4 thoughts on “Berkenalan dengan Intelligent Network

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s