baru saja mendapatkan kutipan menarik dari milis, quote to mas pristobenk

1. Software development itu seperti proses pemanggilan arwah….
karena kita dipaksa menuangkan/mewujudkan pikiran orang lain yang
sifatnya gaib menjadi sesuatu yang nyata. masih mending proyek sipil,
kita buat jembatan semua orang bisa melihat dan mengoreksi. lha kita?
semuanya adalah barang gaib. Apa yang nampak terkadang tidak sesuai
dengan kenyataannya.

2. Bisnis software itu seperti orang yang kecanduan togel.
kok bisa?mari kita lihat,mengapa orang kecanduan togel? ingin untung
besar?nanti dulu..kenyataannya mereka lebih banyak ruginya.Kalo
diselidiki yang mereka beli itu sebenarnya adalah “MIMPI” dan
“HARAPAN”. mimpi untung besar dan terus mempunyai harapan untuk
mempunyai kehidupan yang lebih baik. Jadi jangan heran kalo ada proyek
IT yang nilainya kecil tetapi tetapi diterima…dengan
harapan..bla..bla……bla…

3. Bisnis software itu seperti main sinetron….
ini yang paling saya sukai. saya bisa menjadi apa yang saya mau.
kadang saya berperan bak seorang akuntan,sales, manager HRD,manager
produksi atau bahkan seorang Direktur. Karena kita dipaksa mengerti
semuanya itu…

4. Bisnis software seperti jualan obat…
Kita harus  bisa berkoar-koar kalo software yang kita buat adalah
yang terhebat dan dapat menyelesaikan semua masalah…
5. Bisnis software seperti bisnis prostitusi
karena mempunyai tujuan yang sama yaitu membuat pelanggan kita
puas.

Pernah merasakan seperti ini ? punya pendapat lain mengenai bagaimana mengatur IT project dengan baik ? join and share with us di Milis MPTI (Manajemen Proyek Teknologi Informasi) Indonesia.

🙂

Posted by Kiki Ahmadi

Professional in Telco and Digital industry in Indonesia | Currently pursuing master's degree in Innovation Management and Entrepreneurship in University of Manchester

7 Comments

  1. bener banget!! been there…

    bisnis software itu kalau gak kuat di otak dan logika mendingan gak usah deh.

    Reply

  2. ah ya…akhirul kalam kalo dapet proyek dgn nilai di bawah 2 juta lebih suka saya outsourcingkan ke anak2 di kampus sahaja. saya cukup minta ongkos perantara cuma buat beli rokok sahaja 😀

    bukan apa-apa…antara duit yg didapet sama capeknya, kalo berkaca ke luar negeri, kok ya kayaknya ndak sebanding 😆

    Reply

  3. *ngakak dulu gan … hahaha

    baru kepikiran setelah baca ini … nice share

    Reply

  4. good…..post….

    Reply

  5. […] :https://kikiahmadi.com/2010/03/24/5-hal-mengenai-project-it-di-indonesia/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. This entry was posted in […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s