Viva La Vida or Death To All His Friend

Was a long and dark December
From the rooftops I remember
There was snow
White snow
      – Violet Hill

Aaah suara khas chris martin, sangat familiar di telinga saya. Dari jaman sma dimana Yellow bergema dan In My Place membahana (hayah) sampe Fix You di album X and Y yang mendayu dayu. Dulu waktu ngeband di SMA genrenya juga britpop sehingga beberapa lagu coldplay juga pernah saya mainkan. Dan dari sepanjang perjalanan mereka, all i wanna say is this guys really OSUM (baca: Awesome hehe)!!. Di album terakhirnya yang berjudul Viva La Vida or Death To All His friends, they really proof the world that they are genius. Sebagai salah satu fans dari kuartet britpop asal London ini, ijinkan saya untuk mereview album Viva La Vida or Death To All His Friends.

Viva La Vida or Death To All His Friends


Terjadi evolusi yang cukup signifikan ketika mendengarkan 3  album sebelumnya Parachute, Rush Of The Blood sampai X and Y dengan album terakhir ini. Melihat kesederhanaan pattern gitar di lagu Yellow, simple rhytm dan melodi di In My Place lalu berubah menjadi kompleks di Speed of Sound dan sekarang menjadi sangat absurd ketika mendengarkan track Violet Hill. Kesan yang saya dapatkan di album Viva La vida ini adalah : World Music. It feels like travelling around the world listening to this album. Sound sound aneh seperti organ katedral , tepuk tangan dan choir beberapa kali terdengar di beberapa track.

Album dibuka dengan track instrumental Life in Technicolor dengan melodi yang cukup cathy membawa mood yang bagus. Setelah itu, track Cemeteries of London yang rancak akan membuat kaki bergerak gerak.
Kocokan gitar dan back sound suara orang bernyanyi bersama terdengar seperti summer festival somewhere in Europe.The next track is my fave, Lost. Dengan alunan organ katedral, hentakan kaki dan tepukan tangan, lagu ini bikin semangat.Setelah itu terdapat track 42 yang sangat mellow di awal tapi dinamis pada bagian reff. Medley Love In Japan – Reign of Love membawa kita tersesat di tengah ramainya jalanan Ginza, Jepang just like its title. Selanjutnya Yes langsung membawa terbang ke jazirah Arab, suasana padang pasir terdengar pada bridge lagu tersebut.

Viva la Vida dan Violet Hill menyusul setelahnya. 2 hit single dari album ini sepertinya sudah biasa diptar di radio radio dan videoklipnya juga berseliweran. Strawberry swing tampil mengejutkan dengan intro berbau oriental yang manis. Death and all his friends, lagu bernada mellow membawa pertanda bahwa album ini akan segera berakhir. And the album closed with The Escapist, yang menarik adalah lagu ini mirip dengan lagu pembuka Life in Technicolour so album ini dibuka dan ditutup dengan nuansa yang sama , genius.

Overall its great for you all yang ngaku britpopers. Mungkin beberapa lagu terdengar sedikit aneh, but it still easy enough to hear. Ok folks, thats a wrap for this coldplay review.

Viva La Vida . πŸ™‚

Advertisements

7 thoughts on “Viva La Vida or Death To All His Friend

  1. Waaa, sama2 suka… Cocok untuk kuping saya..

    I hear Jerusalem bells a ringing
    Roman Cavalry choirs are singing
    Be my mirror my sword and shield
    My missionaries in a foreign field
    For some reason I can’t explain
    Once you know there was never, never an honest word
    That was when I ruled the world

  2. ya, ni album bagus banget, apalagi di album EP-nya, Prospekt’s March, malah lebih bagus lagi daripada album ini menurutku, soale di EP ono lagu Life in Technicolor ii, lagu terbaik kedua coldplay versi saya, setelah the scientist yg dinyanyikan avril lavigne, hehehe….

    salam

  3. Hmm…
    Sayangnya saya udah berkomitmen untuk meninggalkan musik 😦

    Kayaknya punya nuansa renaissance ya?
    Menurut saya masih lebih fantastis yang album debut mereka… single “Yellow” sungguh keren ga habis-habis πŸ™‚

  4. mantap … aku juga demen ma album ini ….

    o yo mas, masih ingat mas sma ga?

    berbagi cerita ya seperti ini

    itung2 nostalgia seh … nek gak repot … aku di forward teko mas dhanika …

  5. Saya paling suka “In My Place”, pertama kali dengar Cold Play ya lewat lagu ini, kalau yg baru ini say malah belum dengar bro, habisnya kalau mau beli CD ga ada duit, biasanya dengar di radio (dan sekarang ga punya lagi…….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s