Danau Matano : The Introduction

So don’t cry to me
If you loved me
You would be here with me
Don’t lie to me
Just get your things
I’ve made up your mind
                – Call Me When Youre Sober, Evanescence

Oke folks, kembali membahas tentang Soroako. Kota kecil ini dikelilingi oleh pegunungan Verbeek dan diapit oleh dua danau besar yaitu Danau Towuti dan Matano. Sesuai dengan jdul diatas , yang akan saya bahas disini adalah Danau Matano dengan alasan Danau Matano lebih eksotik dan lebih dekat dari losmen hehehe. Bangun tidur pun selalu disambut pemandangan danau Matano dari jendela.

Matano View

Berdasarkan artikel dari wikipedia, Matano adalah danau terdalam no 8 di dunia dan terdalam pertama di negara kita. Danau matano seakan tidak terpisahkan dari kehidupan di Soroako karena memang dari manapun di Soroako kita selalu bisa melihat Matano.

Raft lagi parkir di salonsa

Di pinggiran Matano juga terdapat banyak pantai yang bisa jadi spot bagus buat berenang antara lain Pantai Ide dan Pantai Salonsa.  Nasib kurang beruntung menimpa kami , pantai Ide sedang direnovasi ketika kami datang sampai sekarang sehingga pilihan hanya menyisakan Pantai Salonsa untuk dikunjungi. But it is not a big problem for me, Salonsa is good as well.

Salonsa view

Ketika pagi hari sekitar jam 7- 8 an, airnya jernih banget sampai dasarnya bisa dilihat di permukaan. Saya, rizal dan Wahyu biasa berenang disini. Salonsa juga seringkali sepi, sehingga benar benar berasa pantai pribadi.

Untuk mengarungi danau matano yang sangat luas ada beberapa metode transportasi yang digunakan. Yang paling nyaman sebenarnya dengan naik raft. 16 orang gerombolan anak kape Nurmala menyewa raft dengan mengeluarkan uang 600 ribu untuk sehari. Mahal sebenarnya tetapi kalau dibagi 16 jadi lebih ringan. Dibandingkan dengan pengalaman dan experience mengelilingi danau seharian, 600 ribu itu worth it kok. Alternatif lainnya adalah dengan menyewa kayak, akan saya bahas di posting selanjutnya.

The best part dari danau matano menurut saya adalah gua bawah air. Terletak di bagian danau yang cukup jauh dari Soroako, terdapat sebuah gua bawah air yang pemandangan stalagtitnya sangat amat keren sekali (lihat penekanan pada kata keren). Ketika air surut, masuk ke gua air adalah hal mudah karena masih ada sisa udara sedikit di gua. Namun ketika sedang pasang, kita harus tahan nafas sejenak dan menyelam untuk masuk ke dalam gua. yang lebih parah ketika arus sedang kuat, karena pinggir2x gua adalah karang yang lumayan tajam. Kalau kebawa arus bisa fatal akibatnya. Saya yang tidak seberapa mahir berenang harus memakai lifevest supaya bisa mengapung dan memudahkan bergerak. Walaupun konsekuensinya jadi susah menyelam :).

Underwater Cave, Lihat lubang kecil di pojok

Pemandangan didalam gua air benar benar keren. Sayangnya diantara team kp nurmala tidak ada yang membawa waterproof kamera, view di dalam gua pun hanya bisa terekam di memori kami masing masing. Untuk memudahkan membayangkan, coba ingat ingat batcave tetapi diatas terdapat lubang besar dimana cahaya bisa masuk. Mimpi pun gak terbayang deh! hehehehhe.

Moral dari cerita ini adalah danau matano emang keren banget. Teman teman yang ingin mengunjungi Soroako, eksistensi anda akan sangat diragukan ketika anda tidak mencoba menantang maut masuk kedalam gua air :). Sekian reportase saya. Terima kasih sudah membaca.

Advertisements

4 thoughts on “Danau Matano : The Introduction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s