I can’t believe I found, A girl who turned my life around.
She suddenly came onto me, Pin me down on the ground.
I could have pushed away, But I didn’t know what she’d say,
But I’m glad I’m not the guy who turned her down.
– The Guy Who Turned Her Down, Mcfly

Alhamdulillah selesai juga masa masa romusha berkedok ujian alias UTS. Hari jumat kemaren adalah hari terakhir masa masa tidur 2 hari sekali. Ujian terakhir adalah Customer Relationship Management yang mana dosennya adalah dosen wali saya yang masih muda, cantik charming tapi sayangnya udah nikah dan yang bikin lebih keder lagi PHD lulusan Manchester (mampus lo ngecengin professor!!). Ujiannya dilewatin dengan lancar jaya, tapi yang bikin gak enak ketika saya nhumpulon kertas ujian dengan tingkat kepedean tinggi. Berjalan dengan bangga melewati teman teman yang masih berjibaku dengan kertas ujian dan beberapa memandang dengan nafsu membunuh karena iri. Setelah melewati ruangan kelas dengan kepala ditegakkan , sampailah di depan meja dimana Bu Mahendrawathi PhD duduk dan melihat saya dengan pandangan kagum. Dan beliau pun berkata “Kamu udah nyerah to ki ?”, beuh mampus deh saya. Keluarlah saya dari ruangan kelas.

Dan setelah UTS itu pula saya ada tugas mulia dari kantor untuk bersilaturahmi dengan server diknas yang nangkring di telkom. Setelah beberapa waktu ini menjalani long distance relationship dengan medium windows remote desktop connection (MSTSC), sudah saatnya saya bertemu secara fisik dengan server yang selama ini sudah menyusahkan saya dengan koneksi FTP mbambet yang bikin emosi. Tujuan saya ketemu dengan server ini adalah menancapkan flashdisk dan mencopy web diknas yang gedhenya lebih dari setengah giga. Dan berangkatlah saya dari kampus menuju telkom jalan sumatra. Disana udah menunggu mas heru sang penjaga data center yang ternyata mahasiswa satu fakultas dengan saya. Masuklah saya ke ruang colocation data center telkom yang pintunya dibuka pake kartu, berasa di film film aja. Katrok memang.

dingin banget
Dingin banget!!!

Beuuhh dingin banget! (ya iya lah!, data center gtu). Disambut dengan suara pendingin yang meraung raung dengan rak rak 2 meteran yang isinya server. Dan salah satu rak tersebut dibuka, dan akhirnya saya bertemu muka dengan server yang sudah beberapa kali saya akses. Baru tau kalo yang saya hadapi selama ini adalah server tipe tower IBM x3400.

x3400
IBM x3400

Saya pun berpikir bagaimana caranya melakukan akses ke server tersebut karena tidak terlihat monitor sama sekali dalam radius beberapa meter. Saya membanyangkan ada sebuah ruang control panel tersentralisasi yang sangat sophisticated, dimana system bisa mengakses server no berapa yang diinginkan. Ternyata mas heru membuyarkan lamunan high tech saya dengan berkata,

Sebentar mas kiki, saya bawakan monitor keyboard ama mouse dulu

Hoalah, ternyata cara aksesnya tradisional sekali, dicolokin ke servernya terus kita nongkrong asoy di antara kepungan rak rak server segedhe orang dengan suhu freezer. Begitu di colokin ke port port serial, monitor tidak menunjukkan tanda tanda kehidupan. Wah , kok aneh?. Mas heru yang baik hati melihat kebingungan saya dan langsung memberikan solusi. Sebuah pendapat professional yang didapatkan dari pengalaman beliau sebagai seorang yang sehari hari berkutat dengan tower dan blade server.

Di restart aja mas

HAH??? servernya di restart ?. Awalnya sempat ragu juga sih, takut terjadi apa apa dan saya akan di gantung sama supervisor saya. Tapi karena sudah mentok dan monitornya juga gak menunjukkan tanda tanda kehidupan, akhirnya saya turuti nasehat mas heru yang baik hati dan murah senyum ini. Lets do the hard reset boys!!. Dan setelah tombol reset ditekan, wala!!

Bios x3400
Akhirnya tampil di monitor juga

Server nyala dan mas heru mengeluarkan senyum kemenangan. Dan karena gak kuat kelesotan di tengah dinginnya data center, saya cuman ngopi file htdocs doang. Setting akan saya lakukan seperti biasa, ngeremote. Setelah berbasa basi dan saling ber PDKT (hayah) dengan mas heru saya dan temen saya Nuke akhirnya pulang. Sungguh kunjugan ke data center pertama saya yang menyenangkan. Sekaian dulu folks.

Thanx buat nuke yang udah nemenin.
Thanx juga buat mas heru yang murah senyum dengan tagline nya yang khas “restart aja mas!!”.
thanx juga buat kamu yang udah nyempetin baca posting ini.

Semangat temen temen.

: )

Posted by Kiki Ahmadi

Professional in Telco and Digital industry in Indonesia | Currently pursuing master's degree in Innovation Management and Entrepreneurship in University of Manchester

5 Comments

  1. Hmm… jadi pengen masuk ruangan server yang sebenarnya 😦

    Reply

  2. @gyl

    lah LPSI kan ada gyl..

    *siul siul*

    Reply

  3. Lah bukannya tu datacenter punya ruangan monitoring? kan bisa di remote? masa iya sih satu lokasi koneksinya tetep ga bagus? apa memang aplikasi FTP nya yang katro? 😀

    Reply

  4. tolong ditunjukin tombol resetnya di sebelah mana mas?? soalnya juga bermasalah dengan hal yang sama tetapi dimonitornya ada tulisan “UEFI Platform Initialization”. mohon bantuannya.

    Reply

  5. tolong ditunjukin tombol resetnya di sebelah mana mas?? soalnya juga bermasalah dengan hal yang sama tetapi dimonitornya ada tulisan “UEFI Platform Initialization”. mohon bantuannya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s