gak dengerin lagu apapun

Beuuhh, setelah beberapa hari absen dari blogosphere ternyata saya melewatkan beberapa kontroversi dan kehebohan yang terjadi akibat blokade internet indonesia. Seperti yang telah santer diberitakan di berbagai media internet dan blog, beberapa situs diblok karena memuat konten film fitna yang menyinggung umat islam

The Minister

Dan selama seminggu ini kayaknya menkominfo sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas blokade-babi-buta (BBB) sudah mulai menyaingi Oom roy sebagai public blogger enemy number one. Beberapa Forum , milis dan blog mulai menunjukkan expresinya dalam menyerang monkominfo yang juga mantan rektor saya ini. Salah satu thread di kaskus pun ditutup gara gara isinya cuman pisuhan kepada beliau. Dan jujur saja, pemilik blog ini pun juga sempet emosi begitu mengetahui adanya BBB di dunia internet indonesia ini.

Dan hari ini saya kekampus, langsung nyari kompie buat melihat perkembangan yang terjadi di dunia maya. Begitu naik kelab, langsung ketemu  agyl yang mengajak diskusi mengenai masalah BBB ini . Dua kutub berlawanan bertemu disini, saya yang emosi dan sangat mendukung gerakan apapun untuk segera merevolt internet di indonesia dan agyl yang coba melihat sisi baik dari blokade ini yaitu permberdayaan konten lokal.

Pemikiran saya, blokade internet adalah suatu awal mula bangkitnya era orde baru. Dimana setiap jam 9 malam mau tidak mau kita harus dipaksa untuk melihat Dunia Dalam Berita terlebih dahulu sebelum melanjutkan nonton layar emas. Jaman dimana informasi bagaikan imunisasi  yang semua orang harus mendapatkan hal yang sama dengan jumlah yang sama pula. Mungkin sedikit berlebihan, tetapi  melihat bagaimana situs seperti you tube harus di banned dari layar monitor indonesia karena beberapa gelintir konten negatif di tengah jutaan konten lain yang bermanfaat. Come on guys!! Ini jamannya web 2.0. Ini jamannya read Write Web. User generated Content dan Citizen Journalism udah mulai diperhitungkan disini. Cuman gara gara konten , lalu satu situs di robohkan?.

What i say is, this is just a beginning. Bagaimana kalo nanti Lembaga Sensor Internet indonesia didirikan?. Bagaimana jika semua situs di negara ini harus di audit terlebih dahulu oleh lembaga sensor. Bagaimana jika semua blog di indonesia harus mengurus ijin di kantor kominfo terdekat untuk mendapatkan badge :

BLOG INI TELAH LULUS SENSOR

Dan pikiran gila saya pun mulai merasuki, bagaimana klo para underground internet movers di Indonesia memulai peperangan dengan memicu gerakan perang jaringan internet indonesia secara massal, Hack Indonesia Now Dammit!! (HIND). Seru pasti, dan saya juga gak bakalan ketinggalan. Emosi emang gak bagus klo dibuat salah satu cara menentukan paradigma dan pola pikir. Dan lagi lagi Menkominfo menjadi sasaran pertanyaan, ada apa ini pak nuh?. Maksudnya apa ?

Dan saya pun bertemu dengan agyl yang mencoba melihat sisi lain yang positif dari adanya BBB. Apakah kita harus selalu tergantung dengan YouTube, Multiply , MySpace dan Rapidshare?. Dengan adanya blokade ini mungkin web 2.0 lokal mulai mencoba menancapkan namanya di ranah internet indonesia (layartancap.com, gudangupload dan kawan kawan). Tulisan lengkap dari agyl bisa dilihat disini.

Gyl’s Journal : Blok Situs, Setengah isi Setengah kosong

Dan agyl juga bilang , telah terjadi pertemuan antara blogger dengan Pak menkominfo perihal blokade yang di prakarsai oleh mas Romi Satria Wahono. Berita selengkapnya bisa dilihat di blognya mas Romi.

Romi Satria Wahono: Hasil Diskusi

Diskusi Pak Nuh dengan Blogger

Dalam ringkasan diskusi tersebut , pak nuh menyatakan dukungan penuh terhadap blogger indonesia. Pesta blogger 2007 yang nota bene diresmikan oleh beliau merupakan bukti bahwa depkominfo berperan sebagai a part of a happy family. Beliau juga menegaskan adalah tidak mungkin depkominfo menyembelih anaknya sendiri.

Mengenai masalah blokade, pak menteri menjelaskan bahwa yang di blok adalah kontennya. Beliau juga menerima saran teknis bagaimana supaya kita bisa mencari tikus tanpa harus membakar lumbung padi (you know what i mean). Dan ada wacana menarik, bahwa blokade yang dilakukan beberapa ISP terjadi karena adanya salah paham. Hmm? is this for real ?

Karena pak nuh note bene merupakan Arek ITS juga, saya mengucapkan satu kata untuk beliau.

VIVAT!!

Perjuangakan apa yang anda anggap benar pak nuh dengan kapasitas anda sebagai menkominfo. Saya juga akan memperjuangkan apa yang saya anggap benar dengan kapasitas saya sebagai blogger fakir traffic (yet!!).

Semoga ini menjadi suatu mark dalam sejarah internet indonesia. Apakah kejadian ini bisa menjadi turning point atau jangan jangan ini adalah point of no return.

We will see

Semangat temen temen!! Thanx for reading.  Terakhir akan saya kutip salah satu lagu masterpiece dari Pink Floyd.

We Dont Need No EDUCATION
WE Don Need No, THOUGHT CONTROL

Another Brick In The Wall, Pink Floyd

Posted by Kiki Ahmadi

Professional in Telco and Digital industry in Indonesia | Currently pursuing master's degree in Innovation Management and Entrepreneurship in University of Manchester

7 Comments

  1. sabar ya mas sabar sabar…

    Reply

  2. ente punya pendapat yang sama dengan ane (http://noval78.wordpress.com/2008/04/07/apajadinya-bila-youtube/)

    … Semoga semua ini ada hikmah nya demi bangsa dan negara … amin

    Reply

  3. wah,sering ngaskus jg y,mas…
    hwaduh gmn nasib saia n’ temand2,yg lg “mupeng” buat blog..
    klo smp nti bwt blog j harus belibet gt..T_T
    tp,postingannya siph lowh..

    oia,congratz buat LKTM nya..
    biar sukses smp PIMNAS..
    amien…

    aq link y,mas diblog saia..?!!

    Reply

  4. @hanggadamai

    iya mas…ini udah sabar…

    tarik nafas….
    hmpfhhh..

    @noval78

    amieeennn…

    siap siap berjuang val..
    hehehehhee

    Reply

  5. 😀 tapi di kampus tercinta ko’ malah ga di ada blockade yah 🙂
    di lab lancar2 aja streaming dari youtube dan liveleak >:)

    Reply

  6. @setya5785

    kampus kita terlalu banyak pernjahat jaringanya yok..

    : P

    Reply

  7. […] Apa? Belum tau? Hmmm… gini2.. bagi yang belum tau, disarankan baca dulu ini atau ini atau yang ini atau yang ini lagi *hosh hosh*. Entah sampai kapaaaannn… Sempet sebel sih. Kok seenaknya gitu […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s